Forgot Password Register

Mesin Partai Dinilai Tidak Jalan, Lembaga Survei Kena 'Skak Mat' Gerindra

Ilustrasi Bendera Partai Gerindra. (Pantau.com/Fery Heryadi) Ilustrasi Bendera Partai Gerindra. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menepis kabar yang menyebut mesin partainya pada Pilkada Serentak 2018 tidak berjalan. 

Ia pun mencontohkan seperti yang terjadi pada Pilkada Jawa Barat dan Jawa Timur, bagaimana pasangan calon yang didukung Gerindra yang tadinya tidak diunggul malah mendulang suara cukup banyak.

"Kata siapa? (Mesin partai tak berjalan). Saya membaca malah sebaliknya, pengamat mengatakan mesin Gerindra yang maju, bagaimana Jawa Tengah itu bisa mencapai 40 persen. Kata survei Sudirman Said di framing, di adjust, bahkan di hukum tidak lebih dari 15 persen kata survei, betul kan beberapa hari sebelumnya apa yang terjadi di atas 40 persen apa kata para pengamat, oh itu karena mesin partai yang jalan untuk mengeles bahwa mereka dalam surveinya salah," ucap Muzani di Kawasan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Minggu (1/7/2018).

Baca juga: Analogi 'Kandang' Gerindra Soal Guru yang Dipecat Lantaran Dukung Ridwan Kamil

Menurut Muzani, lembaga survei sengaja tak mau disalahkan atas prediksi di pilkada serentak 2018. Mereka pun tak mau nantinya kredibilitas dan hasilnya dipermasalahkan oleh masyarakat luas.

"(Lembaga survei) pertaruhkan kridibilitas dan intelektual, jadi tidak mau di salahin, caranya mengatakan itu mesin parpol yang berjalan," tuturnya.

Untuk itu, Muzani menduga ada upaya framing yang dilakukan lembaga survei untuk merilis hasil survei yang tidak benar adanya. Bahkan, ia menuding lembaga survei sekarang ini sudah menjadi alat politik untuk melakukan kampanye hitam. Sehingga, ia meyakini pilpres 2019 nanti akan ada kejadian serupa.

"Pola ini sudah kita baca, dan mungkin 2019 akan menjadi pola yang sama," pungkasnya.

Baca juga: Resmi! Ini Peraturan KPU yang Larang Eks Koruptor Nyaleg

Share :
Komentar :

Terkait

Read More