Forgot Password Register

Militer Ukraina Dikabarkan Bertolak ke Donbass, Rusia Singgung Pemberitaan Media

Militer Ukraina Dikabarkan Bertolak ke Donbass, Rusia Singgung Pemberitaan Media Jubir Kemlu Rusia Maria Zakharova. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Angkatan Bersenjata Ukraina bersiap untuk agresi militer dengan pengerahan pasukan ke Donbass. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

"Sayangnya, selama beberapa hari terakhir, informasi tentang persiapan aktif Angkatan Bersenjata Ukraina 'untuk tindakan militer mungkin di Donbass telah muncul lebih sering di media," kata Zakharova kepada wartawan, yang dikutip dari Sputnik, Rabu (5/12/2018).

"Itu juga menjadi upaya Ukraina untuk menarik perhatian masyarakat internasional, serta provokasi di wilayah Selat Kerch, yang digambarkan sebagai tindakan agresif Rusia."

Baca juga: Saat Rusia Terima Ultimatum dari AS Soal Kontrol Peluru Kendali

Ia juga mengomentari penerapan darurat militer di beberapa wilayah Ukraina yang dilaporkan sebagai alasan bagi Kiev untuk melakukan provokasi baru di Donbass.

"Undang-undang darurat militer berfungsi untuk mengkamuflasi niat rezim Poroshenko untuk mengadakan provokasi baru di Donbass," kata Zakharova, mengatakan bahwa Moskow tidak mengesampingkan bahwa Kiev mungkin memulai provokasi baru di kawasan itu dengan menggunakan zat beracun.

Rusia sendiri tengah menyerukan misi pemantauan OSCE untuk mengintensifkan kegiatan observasi di wilayah Donbass.

Baca juga: Kasus Ukraina-Rusia, Trump Batalkan Pertemuan dengan Putin di KTT G20

"Kami tidak akan memberlakukan tindakan pembatasan terhadap warga Ukraina yang berada di Rusia atau berencana untuk mengunjunginya," tambah Zakharova.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Ukraina Petro Poroshenko menandatangani sebuah dekrit untuk memberlakukan darurat militer di sejumlah wilayah Ukraina, menyusul insiden ketika tiga kapal Ukraina secara ilegal memasuki perairan teritorial Rusia di dekat Selat Kerch.

Kapal-kapal itu disita oleh Rusia setelah gagal bereaksi terhadap tuntutan hukum untuk meninggalkan manuver berbahaya mereka.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More