Pantau Flash
Pesawat Latih Cesna Jatuh di Sungai Indramayu, Satu Orang Hilang
Tim Estafet Putra-Putri Raih Medali Emas di ASG 2019
Mabes TNI Bentuk Tim Bantuan Hukum untuk Kivlan Zen
Dua Tahun Korupsi, Pjs Dirut PD Pasar Bermartabat Bandung Jadi Tersangka
Pengungsi Masih Kekurangan Tenda Pasca Sepekan Gempa Halmahera Selatan

Nabung Yuk Buat Beli Mobil Listrik, Sebentar Lagi Perpresnya Rampung

Nabung Yuk Buat Beli Mobil Listrik, Sebentar Lagi Perpresnya Rampung Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Penggunaan kendaraan listrik di Indonesia masih terkendala beberapa hal, diantaranya yakni penggolongan mobil listrik pada barang mewah yang membuat pajak pertambahan nilai lebih tinggi dari kendaraan lainnya.

Disamping itu, infrastuktur yang belum terbangun juga membuat masyarakat perlu berpikir dua kali untuk menggunakan mobil listrik. Terkait hal tersebut Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan Peraturan Presiden (Perpres) terkait mobil listrik terbit akhir 2019 mendatang.

Dia bilang, Perpres itu sedang dalam tahap harmonisasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sebagai regulator yang mengatur kebijakan pajak. 

"Hari ini roadmapnya sedang kita dorong di peraturan pemerintah atau Perpres terkait dengan fasilitas. Fasilitasnya masih dalam tahap harmonisasi dengan Kemenkeu," kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenperin, Kuningan, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Update Kelanjutan Esemka, Menperin: Pabriknya Sudah Diresmikan Belum?

Airlangga menjelaskan tentang pemberian insentif bagi pengembangan mobil listrik. Salah satunya dengan memberikan insentif berupa keringanan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPNBM).

"Terutama dengan fasilitas fiskal, di mana fasilitas fiskal ini dibahas bersama dengan superdedictable tax untuk vokasi dan inovasi. Jadi di situ ada terkait dengan PPNBM, terkait dengan roadmap daripada mobil termasuk sedan dan termasuk EV (electric vehicles)," kata dia.

Saat ini, pemerintah dan pelaku industri serta perguruan tinggi masih melakukan studi soal pengembangan kendaraan tersebut. Namun walaupun studi masih berjalan, Airlangga bilang ini tidak akan menghambat proses penggodokan Perpres.

"Perpres tahun ini, tidak usah nunggu studi," tutupnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: