Pantau Flash
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali
Lampu Tenaga Surya akan Terangi Wilayah Terpencil di Kalimantan Barat
Gelandang Persib: Tolong Hentikan Kekerasan Pada Sepakbola
Tundukkan Wakil China, Della/Rizki Juara Vietnam Open 2019
Persija Jakarta Taklukkan PSIS Semarang dengan Skor 2-1

NYT: Trump Batalkan Perintah Serangan Militer AS Terhadap Iran

NYT: Trump Batalkan Perintah Serangan Militer AS Terhadap Iran Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)

Pantau.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui serangan militer terhadap Iran sebagai pembalasan atas jatuhnya drone tak berawak AS senilai USD130 juta, namun menarik kembali perintahnya pada Jumat (21/6/2019), menurut New York Times (NYT).

Trump awalnya menyetujui rencana serangan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah target seperti radar dan rudal terhadap Iran, mengutip pejabat administrasi senior, seperti dilansir dari Reuters.

Serangan itu rencananya akan dilakukan tepat sebelum fajar pada Jumat, untuk meminimalkan risiko terhadap militer atau warga sipil Iran.

Baca juga: Iran Tembak Jatuh Drone Pengintai Milik Amerika serikat

Sejumlah armada dan pesawat jet tempur telah berada di posisi yang diperintahkan, namun tak ada satu pun rudal yang ditembakkan, ketika Trump menginstruksikan untuk menghentikannya, menurut New York Times.

Pembatalan perintah kepada militer AS itu menjadi aksi militer ketiga Trump terhadap target di Timur Tengah, yang sebelumnya dikatakan Trump memerintahkan penyerangan target di Suriah selama dua kali pada 2017 dan 2018.

Meski demikian, belum jelas apakah serangan terhadap Iran mungkin masih akan dilakukan oleh Amerika Serikat. 

Dalam laporannya, New York Times mengatakan bahwa tidak diketahui secara jelas apakah pembatalan serangan itu diperintahkan oleh Trump atau administrasi mengenai logistik dan strategi.

Baca juga: Iran Disebut Sampaikan Berita Palsu Pasca Drone AS Ditembak Jatuh

Pada Kamis, 20 Juni, Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menembak jatuh pesawat nirawak  (drone) pengintai Amerika Serikat di Provinsi Hormozgan, di bagian selatan negara itu, menurut situs berita IRGC.

"Pesawat nirawak itu ditembak jatuh saat menerobos wilayah udara Iran di dekat distrik Kouhmobarak di bagian selatan," tulis situs IRGC.

Sistem pesawat nirawak RQ-4 Global Hawk mampu terbang di ketinggian selama lebih dari 30 jam, dengan menangkap gambar beresolusi tinggi dari area daratan yang lebih luas di segala jenis cuaca, menurut produsen Northrop Grumman di situs miliknya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: