Forgot Password Register

Pakar Energi AS: Perang Dagang AS-China Buruk Bagi Industri Energi Global

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto:Reuters) Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto:Reuters)

Pantau.com - Eskalasi tarif di antara negara-negara dapat berdampak negatif pada industri minyak dan gas global serta ekonomi dunia secara keseluruhan.

Menurur pakar studi energi Baker Institute, Anna Mikulska, seorang mengatakan bahwa ketegangan ini akan memperlambat investasi dan meningkatkan biaya dalam industri minyak dan gas AS.

Pemerintah AS memberlakukan tarif tambahan 25 persen senilai 34 miliar dolar AS impor dari Tiongkok. Bahkan, Trump juga mendorong tarif terhadap negara-negara lain.

Baca juga: Mendag Bantah Ketegangan Perdagangan RI-AS Akibat Dugaan Penipuan Dagang AS

"Jika lebih banyak negara mulai memberlakukan tarif atas produk minyak dan gas AS, itu bisa menjadi lebih bermasalah," katanya.

Mikulska menilai jika ekonomi melambat, maka berapa banyak minyak dan gas yang bisa dikonsumsi. Bahkan penelitian saat ini menunjukkan jika ekonomi dunia, terutama ekonomi Asia tidak berkinerja baik

"Produksi minyak dan gas AS juga tidak berkinerja baik, hanya karena pasar tidak memiliki banyak permintaan," terangnya.

Baca juga: Ini Produk RI yang Terkena 'Gertakan' Perang Dagang AS

Dia mengatakan memaksakan tarif sepihak tidak membantu ekonomi. Langkah ini justru akan meningkatkan biaya konsumen, berpotensi memperlambat ekonomi untuk kedua belah pihak.

Sebaliknya, solusi multilateral dianggap sebagai opsi yang lebih baik, karena dirancang berdasarkan peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di mana negara-negara yang peduli duduk bersama dan mendiskusikan bagaimana berbagai hal dapat dilakukan.



Share :
Komentar :

Terkait

Read More