Forgot Password Register

Headlines

Pelaporan Kubu Prabowo-Sandi Terhadap Farhat Abbas Ditolak Polisi

Pelaporan Kubu Prabowo-Sandi Terhadap Farhat Abbas Ditolak Polisi Pelaporan Farhat Abbas ke Bareskrim Polri (Foto: Pantau.com/ Rizky Adytia)

Pantau.com - Pelaporan terhadap Farhat Abbas yang dilakukan oleh sekelompok relawan Prabowo-Sandi yang menyebut dirinya sebagai Barisan Emak-Emak Militan dan Eggi Sudjana ditolak pihak kepolisian.

Kuasa hukum Barisan Emak-Emak Militan dan Eggi Sudjana, bernama Pitra Romadoni Nasution mengatakan, pelaporan pencemaran nama baik yang dilakukan itu di tolak oleh Bareskrim Polri dengan alasan tidak memiliki dasar yang jelas.

"Hari ini ditolak, kami sangat kecewa. Jadi ini harus dipertegas dulu, dasar laporan kita tidak jelas dasarnya. Dasarnya hanya menunggu keputusan pengadilan," ucap Pitra Romadoni Nasution, di Bareskrim Polri, Senin (8/10/2018).

Baca juga: Komunitas Pengacara Prabowo Sandi Polisikan Farhat Abbas

Menurut Pitra, perkataan dari Farhat Abbas yang dilontarkannya usia melaporkan 17 orang terkait berita hoaks Ratna Sarumpaet dinilai telah melanggar Pasal 317 KUHP keterangan palsu dan Pasal 220 KUHP pengaduan palsu.

Sebab, tudingan yang diucapkan oleh Farhat Abbas tidak memiliki dasar yang pasti sehingga menyebut hoaks Ratna Sarumpaet merupakan konspirasi dari pihak Prabowo-Sandi.

"Tuduhan-tuduhan tersebut menurut kami tidak benar adanya sehingga tindakan kami akan melakukan tindakan hukum dengan membuat laporan polisi balik kepada Farhat Abbas," ucap Pitra.

Bahkan, Pitra menyebut statemen Farhat Abbas itu sangat memojokkan pihak Capres-Cawapres nomor urut dua lantaran berita hoaks itu dengan sengaja di seret ke ranah politik.

Baca juga: Gara-gara Unggahan di Instagram, Farhat Abbas Dilaporkan ke Polisi

"Saya melihat ini seolah-olah dipelintir ke arah politik. Pertanyaan baik kita semua kan ini tidak ada ranah politik. Hukum adalah panglima bukan politik sebagai panglima," kata Pitra.

Sebelumnya Farhat Abbas menyebut penyebaran hoaks oleh Ratna Sarumpaet merupakan konspirasi dari kubu Capres-Cawapres nomor urut dua. Terkait hal ini Farhat juga telah melakukan pelaporan terhadap 17 politikus nasional, termasuk di dalamnya Capres Prabowo Subianto.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More