Pantau Flash
KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Soekarwo Pekan Depan
Kantongi USD102 Miliar, Huawei Duduki Posisi 1 dari 500 Perusahaan China
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka

Pemerintah Turunkan Harga BBM, Fadli Zon: Biasa, Mencari Simpati

Headline
Pemerintah Turunkan Harga BBM, Fadli Zon: Biasa, Mencari Simpati Wakil Ketua Umum DPR Fadli Zon (Foto: Pantau.com/ Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai penurunan harga BBM yang dilakukan oleh pemerintah per tanggal 10 Februari 2019 kemarin sangat bermuatan politis. Menurutnya, penurunan tersebut tak mengurangi tingkat daya beli masyarakat yang sudah menurun.

"Ya saya kira biasa, mau mencari simpati dengan menurunkan nanti diharapkan kesitu," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Baca juga: Pemerintah Turunkan Harga BBM, Bamsoet: Salah Satu Indikator Pemerintahan Jokowi Berhasil

Fadli berpandangan bahwa penurunan ini terkesan sangat terlambat dilakukan. Sebab, menurutnya beban masyarakat saat ini dinilai sudah terlalu berat. "Kenaikan sudah terlalu banyak selama ini, selama ini saya melihat beban masyarakat terlalu berat, masyarakat sudah terlalu lemah," ungkapnya.

Untuk itu dirinya menyebut bahwa penurunan harga BBM ini dianggap tidak mengurangi tingkat daya beli masyarakat yang sudah terlanjur menurun. "Jadi sekali lagi ya ini saya kira bagian dari upaya mencari simpati aja," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 10 Februari 2019 pukul 00.00 waktu setempat (WIT, WITA dan WIB).

Baca juga: Pertamina Kembali Turunkan Harga BBM Tanggal 10 Februari Pukul 00.00 

Media Communication Manager PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan, kebijakan penyesuaian harga ini ditempuh menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar AS.

"Alasannya dari faktor fluktuasi harga minyak, nilai tukar rupiah yang menguat, dan daya beli masyarakat yang kami pertimbangkan," kata Arya kepada Antara saat ditemui di Terminal Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu, 9 Februari 2019.

Ada pun penyesuaian harga berlaku pada BBM non subsidi. Besaran penyesuaian harga BBM menjadi lebih murah ini bervariasi dari Rp50 sampai dengan Rp800 per liter.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: