Forgot Password Register

Headlines

Penelitian: Material Senjata Firaun Berasal dari Luar Angkasa

Penelitian: Material Senjata Firaun Berasal dari Luar Angkasa Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Masa lalu dan masa kini akan senantiasa memiliki hubungan yang begitu erat dalam kehidupan. Oleh karenanya banyak ilmuwan yang mempelajari segala sesuatu tentang sejarah masa lalu melalui sejumlah penemuan artefak.

Arkeolog sekaligus ahli kimia Howard Carter diminta untuk mengawasi proses penggalian situs Mesir kuno di Lembah Para Raja, atas perintah Pangeran Carnarvon George Herbert pada tahun 1907. Namun, petunjuk baru didapat setelah 15 tahun kemudian tepatnya pada 4 November 1922, kelompok Carter berhasil menemukan keberadaan makam Tutankhamun. 

Baca juga: Ketahui Makna Bunga Mawar Berdasarkan Warnanya

Setahun kemudian, mereka berhasil menemukan sarkofagus yang merupakan tempat untuk menyimpan mumi. Tutankhamun atau disebut juga King Tut merupakan Firaun Mesir dari dinasti ke-18, yang berkuasa pada 1332 SM dan 1323 SM. Dia diketahui merupakan putra Akhenaten dan naik tahta pada usia sembilan atau sepuluh tahun dan meninggal pada usia 18 tahun.

Dalam temuan tersebut, ditemukan juga sebuah artefak berlapis emas berbentuk seperti senjata. Berdasarkan penelitian Profesor Peter Pfalzner, dari Universitas Tubingen di Jerman, diketahui bahwa artefak-artefak itu bukan dibuat di Mesir, melainkan berasal dari Suriah Kuno. Pendapat tersebut ditinjau dari hasil penelitian terhadap motif yang terdapat pada artefak tersebut.

"Ini sekali lagi menunjukkan peran besar yang dimainkan oleh orang-orang Siria kuno dalam penyebaran budaya selama Zaman Prunggahan," katanya sebagaimana dilansir Mail Online.

Fakta mencengangkan lainnya adalah soal bahan dasar artefak yang ternyata disinyalir bukan berasal dari bumi. Dikutip dari Live Science, beberapa artefak itu antara lain pisau belati dan perhiasan yang terbuat dari material langka pada zaman perunggu.

Gambar istimewa

Menurut sebuah penelitian terbaru, perajin kuno membuat artefak logam ini dengan material besi dari luar angkasa yang dibawa ke Bumi oleh meteorit.

Albert Jambon, seorang ilmuwan arkeologi-Prancis dan seorang profesor di Universitas Pierre dan Marie Curie, di Paris menyimpulkan bahwa para perajin kuno ini mengetahui bahwa batu meteorit merupakan bahan yang paling bagus untuk dijadikan perhiasan atau senjata. 

"Besi dari Zaman Perunggu itu berasal dari meteorit, ini membantah anggapan bahwa mereka melakukan peleburan besi di zaman perunggu," tulis Jambon dalam penelitian tersebut. 

Baca juga: Viral, Video Pemasangan Mahkota Patung Garuda Wisnu Kencana

Melalui pemindaian spektrometri sinar-x (XRF), diketahui bahwa belati kuno itu terbuat dari material yang mengandung hampir 11 persen nikel dan jejak kobalt. Sebuah komposisi yang merupakan karakteristik besi dari luar angkasa yang ditemukan di banyak meteorit besi yang telah jatuh ke Bumi.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More