Forgot Password Register

Pengamat: Cawapres Jokowi Tak Cukup Hanya Bermodal Agamis

Joko Widodo (Foto: Antara/Adeng Bustomi) Joko Widodo (Foto: Antara/Adeng Bustomi)

Pantau.com - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Lely Arrianie menilai pertimbangan seseorang menjadi bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo tidak hanya aspek seorang pemimpin umat belaka. Berbagai aspek harus diperhitungkan, seperti pengalaman dan pengetahuan.

Lely mencontohkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin yang digadang-gadang akan menjadi cawapres Jokowi. Ia menilai sosok Ma'ruf tidak cukup maju cawapres hanya bermodal sebagai tokoh agama.

Baca juga: PDIP: Jokowi Bisa Saja Umumkan Cawapresnya di Detik Terakhir

"Kalau Bapak Ma'ruf Amin memang merupakan pemimpin umat, sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) bisa mempresentasikan keumatan, tetapi wakil bukan hanya itu saja yang dilihat," kata Lely Arrianie di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Menurut Lely, calon presiden seorang nasionalis sebaiknya memikirkan pemilih sosiologis dengan alternatif kalangan yang menyimbolkan kedekatan agama, tetapi tetap memperhatikan pengalaman dan pengetahuan dalam pemerintahan.

Siapa pun calon pendamping Jokowi, dinilainya sah-sah saja, apalagi dibandingkan partai koalisi yang belum jelas. Berbeda dengan partai pendukung Jokowi yang semakin solid jelang pendaftaran capres cawapres.

Baca juga: Anies Baswedan Tak Masuk Radar Majelis Syuro PKS Soal Capres Cawapres 2019

"Ma'ruf Amin bisa menjadi pertimbangan pemilih sosiologis partai koalisi. Partai pendukungnya sudah tetap dan tidak beranjak," tutur Lely.

Lely menambahkan, sosok pasangan nasionalis-agamis akan ideal karena pemilih sosiologis memilih pemimpin berdasarkan sgama, entitas, etnis, dan wilayah di Indonesia yang luas.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More