Pantau Flash
BNPB: Kualitas Udara di Sumsel, Jambi, dan Riau Sangat Tidak Sehat
F1 Bakal Digelar di Miami pada Musim 2021
OJK: Kehadiran Palapa Ring Bisa Percepat Industri Fintech di Indonesia
Kementan Dorong Kawasan Perbatasan Jadi Lumbung Beras dan Ekspor
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Warga Panik Luar Biasa

Penjualan Pesawat Boeing Turun Drastis dari Tahun Lalu

Penjualan Pesawat Boeing Turun Drastis dari Tahun Lalu Pesawat Boeing 737 Max 8 (Foto: Reuters/Thomson)

Pantau.com - Jatuhnya penjualan pesawat Boeing 737 MAX menjadi sebab utama turunnya penjualan pesawat Boeing secara drastis tahun ini.

Pengiriman pesawat komersial Boeing, turun dua pertiga pada kuartal ketiga, seiring dengan jatuhnya penjualan pesawat 737 MAX, kata perusahaan itu.

Baca juga: Pencari Kerja Catat! Di Australia Alumni Kampus Top Malah Dapat Gaji Kecil

Perusahaan raksasa pesawat ini hanya mengirimkan 63 pesawat untuk penjualannya dalam tiga bulan, yang berakhir 30 September, turun dari 190 pesawat pada periode tahun lalu, kata Boeing dalam sebuah pernyataan.

Angka tersebut menunjukkan prospek keuangan terkini perusahaan tersebut setelah keluarnya larangan penerbangan bagi pesawat seri MAX pada pertengahan Maret, setelah dua kecelakaan menewaskan 346 orang

Angka pengiriman pesawat ini menjadi acuan keuntungan bagi Wall Street, terkait dengan pendapatan erat dengan pendapat perusahaan. Analis memproyeksikan laba Boeing tahun 2019 jauh lebih rendah menyusul penurunan besar dalam penjualan.

Baca juga: Bak Huawei, Perusahaan Kecerdasan Buatan China Juga Masuk Daftar Hitam AS

Pelarangan terbang pesawat MAX mendorong pemangkasan produksi pesawat Boeing dan memaksanya menyimpan ratusan pesawat baru yang tidak dapat dikirim sampai dinyatakan lolos oleh Administrasi Penerbangan Federal dan regulator penerbangan sipil internasional.

Boeing hanya mengirim lima pesawat 737 dalam kuartal terbaru, turun dari 138 pada periode yang sama tahun lalu. Sebagian besar pesawat Boeing lainnya tidak mengalami perubahan besar.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: