Pantau Flash
DPD RI Sebut Pilkada Bisa Kembali Dipilih oleh DPRD
127.462 Hektar Lahan di Kalimantan Hangus Terbakar Akibat Karhutla
BPJT Akan Pasang Alat Pengukur Berat Angkutan Barang di 8 Ruas Jalan Tol
Pertamina Terus Genjot Produksi Panas Bumi 1.877 MW
BNN: 90 Persen Kejahatan Jalanan Dilakukan Para Pengguna Narkoba

Perancis Warning AS-Iran, 1 Bulan Waktu untuk Redam Aktivitas Nuklir

Perancis Warning AS-Iran, 1 Bulan Waktu untuk Redam Aktivitas Nuklir Perancis. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Iran dan Amerika Serikat memiliki waktu satu bulan untuk menggelar perundingan, seperti diperingatkan menteri luar negeri Perancis, dengan mengatakan bahwa rencana Teheran untuk meningkatkan aktivitas nuklirnya pada November dapat menyulut ketegangan baru di kawasan.

Melansir Reuters, Jumat (4/10/2019), Presiden Perancis, Emmanuel Macron sudah berupaya, namun gagal menengahi pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani di New York pekan lalu.

"Kami menganggap bahwa inisiatif ini, yang tidak berhasil, masih ada dan terserah pada Iran dan AS untuk memanfaatkannya dalam waktu yang singkat sebab Iran mengumumkan langkah baru untuk mengurangi komitmennya terhadap perjanjian Wina pada November," kata Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian di hadapan komisi luar negeri parlemen.

Baca juga: Iran Vonis Mati Mata-mata CIA

Iran melanggar pembatasan dalam perjanjian nuklir 2015 dengan negara besar dunia secara perlahan-lahan sebagai aksi balasan terhadap sanksi AS yang diberlakukan terhadap Teheran, sejak Washington hengkang dari perjanjian tersebut pada Mei tahun lalu.

Iran mengatakan pelonggaran komitmennya mulai berjalan pada November. Sementara itu, sejumlah diplomat khawatir langkah selanjutnya itu dapat memaksa kekuatan Eropa, yang berupaya menyelamatkan perjanjian nuklir, untuk merespons, tidak seperti setelah pelanggaran sebelumnya.

"Langkah ini berisiko menciptakan periode baru ketegangan sekaligus eskalasi baru sehingga kami harus memanfaatkan ruang politik yang ada untuk bergerak maju," kata Le Drian.

Baca juga: Menteri Energi AS Akan Mundur, Ditengarai Soal Kontroversi Ukraina

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: