
Pantau - Pentagon menyatakan sekitar 140 tentara Amerika Serikat mengalami luka-luka sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan sebagian besar korban luka merupakan luka ringan dan sejumlah personel telah kembali menjalankan tugas militer.
"Sebagian besar dari luka-luka tersebut tergolong ringan, dan 108 personel militer telah kembali bertugas. Delapan personel lainnya masih tercatat mengalami luka parah dan sedang mendapatkan perawatan medis tingkat tertinggi," kata Parnell dalam sebuah pernyataan pada Selasa (10/3).
Ia menjelaskan delapan tentara yang mengalami luka berat masih menjalani perawatan intensif.
Selain korban luka, Pentagon juga melaporkan terdapat tujuh personel militer Amerika Serikat yang tewas di Kuwait dan Arab Saudi selama konflik berlangsung.
Korban tersebut terjadi di tengah perang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah.
Pada Senin (9/3), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tujuan operasi militer Amerika Serikat di Iran hampir sepenuhnya tercapai.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara kedua pihak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








