Pantau Flash
Polisi Tetapkan 9 Tersangka Tambahan di Kasus Kerusuhan 21-22 Mei
Semester I-2019, Lapangan Migas Pertamina Lampaui Target Produksi
Marcus/Kevin Susul Hendra/Ahsan ke Semifinal Indonesia Open 2019
Wiranto Sebut Rekam Jejak FPI Sedang Ditelusuri Terkait Perpanjangan Izin
KPK Sita Aset Bupati Nonaktif Kukar Rita Widyasari Senilai Rp70 Miliar

Percakapan Terakhir Intelijen Saudi Sebelum Habisi Jamal Khashoggi

Headline
Percakapan Terakhir Intelijen Saudi Sebelum Habisi Jamal Khashoggi Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammmed bin Salman. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Tiga belas menit sebelum wartawan Jamal Khashoggi memasuki Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober silam, para pejabat Saudi di dalam gedung tengah mendiskusikan untuk mengeksekusi dengan rencana aksi mutilasi kepada wartawan itu.

Dalam akhir percakapannya, Maher Abdulaziz al-Mutreb, seorang perwira intelijen senior Saudi dan pengawal Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman (MbS), bertanya apakan 'hewan kurban' telah tiba.

"Ia (Khashoggi) telah tiba," sebuah suara menjawab, menurut sebuah transkrip dari rekaman audio, merupakan bagian dari laporan ahli PBB Agnes Callamard tentang pembunuhan Khashoggi yang dirilis pada Rabu, 19 Juni 2019.

Callamard merupakan Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi Ekstrayudisial, Ringkasan, Arbitrasi PBB. Dalam laporannya, Callamard mengatakan bahwa MbS bertanggung jawab atas kasus pembunuhan Khashoggi.

Dalam laporannya, Callamard menyebutkan menit demi menit rekaman audio yang berhasil ia dapatkan dari penyidik Turki menjelang eksekusi wartawan Khashoggi yang dilakukan di dalam Gedung Konsulat Saudi.

Berikut adalah fakta-fakta laporan rekaman audio yang ditulis Callamard dalam laporannya, dikutip Al Jazeera, Jumat (21/6/2019).

Baca juga: PBB: Mohammed bin Salman Pelaku Pembunuhan Khashoggi

'Sendi akan dipisahkan'

Sebelum kedatangan Khashoggi di Konsulat, al-Mutreb meminta salah satu pelaku eksekusi, Mohammed Tubaigy, seorang dokter forensik terkenal Saudi, bagaimana mereka akan memisahkan bagian-bagian tubuh wartawan itu.

"Sendi akan dipisahkan. Ini bukan masalah. Tubuhnya berat. Pertama kali, aku harus memotongnya di lantai. Jika kita mengambil kantong plastik dan memotongnya menjadi beberapa bagian, itu akan selesai. Kami akan membungkus setiap bagian," kata dokter forensik itu. 

Setelah memasuki gedung di 13:15, Khashoggi dibawa ke kantor Konsul Jenderal yang terletak di lantai dua gedung.

Di sana, percakapan awalnya difokuskan pada apakah ia akan kembali ke Arab Saudi. Tanggapan Khashoggi adalah bahwa ia mungkin kembali di masa depan. Dia kemudian diberitahu bahwa dia harus kembali ke rumah.  

"Kami datang untuk mendapatkan anda, " suara terdengar mengatakan.

Pada 13:22, Al-Mutreb memberitahu Khashoggi untuk mengirim pesan kepada putranya.

"Anak yang mana? Apa yang harus saya katakan kepada anak saya? Sampai nanti? Saya tidak bisa mengatakan penculikan," kata Khashoggi.

Kemudian, Khashoggi diminta untuk membuka jaketnya, namun ia sempat menolak untuk melakukannya. Ia juga menolak menuliskan sesuai dengan perintah eksekutor.

"Tulis, Mr Jamal. Cepat. Bantu kami agar dapat membantu anda, karena pada akhirnya kami akan membawa anda kembali ke Arab Saudi dan jika anda tidak membantu kami, anda tahu apa yang akan terjadi di akhir; biarkan masalah ini menemukan akhir yang baik," ucap eksekutor.

Pukul 13.33, Khashoggi kemudian diberikan sejumlah obat-obatan yang dikatakan oleh eksekutor sebagai untuk membius dirinya. 

"Kami akan melakukan anestesi kepada anda," ucap eksekutor.

Dalam rekaman, menurut petugas intelijen memerintahkan Khashoggi untuk disuntik dengan obat penenang dan kemudian mencekiknya menggunakan kantong plastik.

Suara perlawanan Khashoggi terdengar dalam rekaman. Sekitar 24 menit usai Khashoggi tiba di Konsulat, intelijen Turki mendengar adanya suara yang dinilai sebagai suara gergaji dan robekan kantong plastik.

Laporan tersebut direkomendasikan menggunakan akal sehat dalam mengavulasi sejumlah bukti. Dalam rekaman audio itu, tidak ada suara teriakan Khashoggi, juga tidak ada ungkapan di antara para pejabat Saudi yang ada di sana. Tidak ada bunti atau perkataan yang menunjukan upaya untik menyadarkan ia.

Baca juga: Jawab Laporan PBB Soal Kematian Khashoggi, Arab Saudi: Bukan Hal Baru

Menghancurkan bukti

Lebih dari delapan bulan usai pembunuhan Khashoggu, jasad wartawan itu sampai saat ini belum juga ditemukan. 

Dalam laporan yang dikatakan 'kredibel', Arab Saudi telah mengahncurkan bukti secara menyeluruh, bahkan secara forensik, salah satunya dengan membersihkan TKP.

Negoisasi antara Ankara dan Riyadh mengenai kematian Khashoggi berlangsung selama dua minggu, sekitar 17 pejabat Saudi 'hadir di tempat, terlibat dalam kegiatan di dalam gedung, yang mungkin dikatakan membersihkan TKP'.

Pada 15 Oktober, delapan hari kemudian, para penyelidik Turki akhirnya diizinkan masuk ke Konsulat dengan akses hanya enam jam pada hari itu.

Penyidik Turki menemukan sejumlah reaksi Luminol (digunakan untuk mendeteksi jumlah jejak darah di TKP) dan tes lainnya, meskipun wilayah pemotongan tubuh Khashoggi dilaporkan terjadi di tempat tersebut.

Callamard menemukan adanya kemungkinan bahwa tindakan pencegahan dilakukan untuk melindungi terhadap hilangnya darah dan cairan lainnya di dalam ruangan, dan pembunuhan itu telah direncanakan.

Kemungkinan yang kedua adalah, seorang 'profesional' telah membersihkan TKP usai pembunuhan dilakukan, mengutip bukti petugas kebersihan yang direkrut ke lokasi kejadian pada 15 Oktober.

Selain itu, peneliti Turki juga mengatakan bahwa mereka menemukan bukti kemungkinan adanya perubahan dalam pemotongan karpet di ruang di dalam gedung Konsulat itu.

Pada 5 Oktober, salah satu kendaraan Konsulat, yang diduga digunakan untuk mengangkut jasad Khashoggi, dikirim ke tempat pencucian mobil.

Callamard mengatakan, Riyadh berada dalam kewajiban untuk bekerja sama dengan Turki. Namun dia menyebut Saudi tidak mempunyai iktikad baik dan bermaksud menghalangi keadilan. Ia menyebutkan, perbuatan merusak barang bukti itu tak bakal terjadi tanpa sepengetahuan putra mahkota.

Menurut rekaman sebelum pembunuhan, seorang pejabat konsulat smepat mengungkapkan bahwa Jamal Khashoggi merupakan salah satu pribadi yang 'sedang dicari' Saudi.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait:



Komentar

  1. PROMO TERDAHSYAT & NO TIPU2 DARI SITUS BOLA165 ( AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA ) *BONUS NEW MEMBER UP TO 2jt *BONUS NEXT DEPOSIT UP TO 1jt BISA DI KLAIM BERKALI-KALI DALAM SEHARI *BONUS HADIR MINGGUAN 100rb *BONUS ROLLINGAN CASINO 0,5 % & SPORTBOOK 0,8% *CASHBACK CASINO & SPORTBOOKS 5% *BONUS TURNOVER IDN POKER UP TO 0,6% Silahkan Langsung ke TKP : https://sport165.com/ , whatsapp : +6282122629282