Pantau Flash
Saddil Ramdani Pamit dari Pahang FA
Chandra Hamzah Akan Pimpin BUMN Sektor Perbankan
Defisit APBN Melebar Mencapai 1,80 Persen di Oktober 2019
Bamsoet: Ada Tiga Partai Belum Setuju Amandemen UUD Hanya untuk GBHN
Mentan SYL Bakal Isolasi Daerah yang Terjangkit Virus Hog Cholera

PKB Pastikan Beri Bantuan Hukum untuk Imam Nahrawi

Headline
PKB Pastikan Beri Bantuan Hukum untuk Imam Nahrawi Imam Nahrawi saat pelepasan kontingen Indonesia di ASG 2019. (Foto: Pantau.com/Reza Saputra)

Pantau.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memastikan akan memberikan pendampingan hukum terhadap kadernya yang juga sebagai Menpora Imam Nahrawi. Hal tersebut menyusul KPK menetapkan Imam sebagai tersangka kasus suap hibah dana KONI. 

"(PKB) memberikan advokasi/pendampingan," ujar Sekjen PKB Hasanuddin Wahid kepada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga: Menpora Imam Nahrawi Resmi Jadi Tersangka Suap Kasus Dana Hibah

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Imam diduga terlibat dalam kasus suap pemberian dana hibah dari Kemenpora kepada KONI. Selain Imam, KPK juga menetapkan asisten pribadinya Miftahul Ulum.

"Para tersangka diduga melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 12 B atau pasal 11 UU nomor 31 tahun 1991 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1996 pembahasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 junto pasal 64 ayat 1 KUHP," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/9/2019). 

Baca Juga: JPU KPK Sebut Menpora Imam Nahrawi Lakukan Pemufakatan Jahat

Alex menyebut, sebelumnya proses penyelidikan dilakukan sejak 25 Juni 2019 KPK juga telah memanggil Imam Nahrawi sebanyak 3 kali namun yang bersangkutan tidak menghadiri permintaan keterangan tersebut yaitu pada 31 Juli, 2 Agustus 2019, dan 21 Agustus 2019. 

Dalam kasus ini, KPK menduga KONI mengajukan proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora. Namun pengajuan dan penyaluran dana hibah itu dibuat dengan proyek akal-akalan dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: