Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Fraksi PKB MPR Nilai Pemberdayaan Perempuan Kunci Memutus Rantai Kekerasan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Fraksi PKB MPR Nilai Pemberdayaan Perempuan Kunci Memutus Rantai Kekerasan
Foto: (Sumber : Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz berbicara dalam forum dialog "Memutus Rantai Kekerasan Terhadap Perempuan: Tinjauan Multisektoral, Mewujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi" di Gedung MPR RI, Jakarta, Kamis (12/3/2026). ANTARA/HO-F-PKB MPR RI..)

Pantau - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menyatakan pemberdayaan perempuan merupakan kunci strategis untuk memutus rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia.

Ia menegaskan perempuan yang memiliki kekuatan dan akses dalam berbagai bidang akan berperan penting dalam membangun keluarga dan masyarakat yang lebih sehat.

Neng Eem mengatakan bahwa "Perempuan berdaya adalah kunci lahirnya keluarga yang kuat dan masyarakat yang sehat. Ketika perempuan memiliki akses pendidikan, ekonomi, dan ruang pengambilan keputusan, potensi kekerasan dapat ditekan secara signifikan".

Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta pada Jumat.

Ia menyoroti data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menunjukkan ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi setiap tahun.

Bentuk kekerasan tersebut meliputi kekerasan fisik, psikologis, seksual, hingga kekerasan digital.

Menurutnya kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan perlindungan harus dilakukan secara sistematis serta berkelanjutan.

Neng Eem menilai negara harus hadir tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui penguatan sistem sosial yang mampu melindungi perempuan dan anak.

Ia mengatakan bahwa "Memutus mata rantai kekerasan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tapi dibutuhkan kolaborasi semua elemen bangsa untuk menciptakan ruang yang aman bagi perempuan dan anak".

Ia menegaskan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI akan terus mendorong penguatan nilai-nilai konstitusi yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.

Upaya tersebut termasuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui sejumlah langkah strategis.

Langkah strategis pertama adalah penguatan kebijakan dan regulasi terkait perlindungan perempuan dan anak.

Langkah kedua adalah peningkatan akses pendidikan serta literasi mengenai kesetaraan gender.

Langkah ketiga adalah pemberdayaan ekonomi perempuan agar memiliki kemandirian.

Langkah keempat adalah penguatan perlindungan berbasis keluarga dan komunitas.

Langkah kelima adalah membangun kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga negara, organisasi perempuan, serta media.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum dialog bertajuk "Memutus Rantai Kekerasan Terhadap Perempuan: Tinjauan Multisektoral, Mewujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi".

Forum dialog tersebut diselenggarakan di Gedung MPR RI di Jakarta pada Kamis 12 Maret.

Acara tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai pihak antara lain lembaga negara, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, Komisi Penyiaran Indonesia, Fatayat Nahdlatul Ulama, serta Asosiasi Pengusaha Kecil dan Menengah Mikro Nusantara.

Penulis :
Ahmad Yusuf