Pantau Flash
Korsel Kucurkan USD74 Juta Garap Sistem Antidrone Antisipasi Ulah Korut
Menteri Energi Arab Saudi Targetkan Produksi Minyak Pulih Akhir September
Hindari Asap Karhutla, Satwa Liar Banyak Masuk ke Permukiman Warga
Karhutla di Indonesia Diprediksi hingga Akhir September
Data: Tren Penggunaan Robot pada Industri Indonesia Naik

PR Besar Menanti Egy Maulana dan Ezra Walian

PR Besar Menanti Egy Maulana dan Ezra Walian Indra Sjafri. (Foto: Pantau.com/Reza Saputra)

Pantau.com - Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, mengatakan kemungkinan dua pemain baru yakni Egy Maulana Vikri dan Ezra Walian akan tiba di Tanah Air, Rabu (13/3/2019). Meski berstatus pemain yang berkarir di luar negeri, juru taktik berkumis tebal itu merasa kedua pemain ini memiliki pekerjaan rumah (PR) yang harus cepat diselesaikan yakni soal adaptasi.

Pasalnya, baik Egy maupun Ezra saat ini tengah bermain di Eropa yang memiliki iklim sangat berbeda dengan Indonesia. Sementara, mereka hanya memiliki waktu kurang dari 10 hari sebelum membela Timnas U-23 di ajang kualifikasi Piala Asia U23 2020 di Vietnam, 22-26 Maret 2019.

Sebenarnya, Indra juga memanggil satu nama lagi yakni Saddil Ramdani yang bermain di Malaysia. Namun, mantan pelatih Bali United itu tidak merasa khawatir karena cuaca di Malaysia tidak berbeda jauh dari Indonesia. Selain itu, Saddil sudah lebih dulu bergabung mengikuti pemusatan latihan (TC) bersama Timnas U-23, Senin lalu.

“Saddil cepat beradaptasi karena dia hanya main di Malaysia. Ini yang kita butuh adaptasi sebenarnya Egy dengan Ezra. Kalau Saddil ya, saya pikir Malaysia dan Indonesia cuacanya sama persis,” kata Indra selepas memimpin latihan di Stadion Madya, Rabu (13/3/2019) pagi.

Baca Juga: Indra Sjafri Yakin Egy Maulana Tak akan Sulit Beradaptasi

Setelah ini, Timnas U-23 akan lebih dulu dijadwalkan melakoni laga uji coba kontra Bali United 17 Maret 2019. Rencananya, pasukan Garuda Muda akan bertolak ke Bali dua hari sebelumnya.

Menghadapi Bali United, Indra mengaku tidak terlalu memikirkan menang atau kalah. Terpenting, kata pelatih 56 tahun ini, para pemainnya bisa meningkatkan kemampuan setiap harinya hingga mencapai peak performance saat berlaga di kualifikasi Piala AFC U-23 2020.

“Untuk saya kalah menang itu bukan tujuan utama dalam uji coba, yang penting, tim ini dari hari ke hari ada progres, itu yang penting. Dan peak performance-nya nanti kita di AFC,”tambahnya.

“Peak performance itu di AFC. Berarti dari pertandingan pertama itu sudah kita buat itu sebagai peak performance kita. Yg kedua peak performance kedua, yang ketiga peak yang ketiga, Jadi dia itungannya naik terus. Jadi intinya, puncaknya nanti di turnamen AFC,” pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Reza Saputra
Category
Olahraga

Berita Terkait: