Forgot Password Register

Presiden Sri Lanka Perpanjang Masa Darurat Negara Selama 30 Hari

Presiden Sri Lanka Perpanjang Masa Darurat Negara Selama 30 Hari Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena. (Foto: Reuters/Dinuka Liyanawatte)

Pantau.com - Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena memperpanjang keadaan darurat di negaranya selama 30 hari, pasca tragedi serangan bom di Kolombo pada Minggu Paskah.

Sebelumnya, keadaan darurat telah ditetapkan oleh pemerintah usai insiden serangkaian bom di tiga gereja dan tiga hotel mewah yang menewaskan hingga 258 orang.

Melansir RT, Kamis (23/5/2019), langkah Presiden Sirisena itu memberikan waktu untuk pasukan keamanan untuk menangkap dan menahan para pelaku serangan bom dalam jangka waktu yang telah diberikan. Hal itu disebut Sirisena dengan alasan 'keamanan publik'.

Baca juga: Presiden Sri Lanka Bersumpah Hilangkan Terorisme Pasca Tragedi Paskah

Sri Lanka awalnya memberlakukan keadaan darurat untuk menindak para pelaku bom yang diduga dilakukan oleh kelompok ekstremis lokal dengan bantuan jaringan internasional.

Tiga minggu pasca serangan mematikan itu, kerusuhan anti-Muslim pecah di negara bagian utara negara itu. Serangan yang dilakukan massa tidak dikenal itu menargetkan sejumlah toko milik warga Muslim, termasuk beberapa masjid.

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena bersumpah untuk menghancurkan para militan yang bertanggung jawab atas serangan bom pada 21 April lalu.

Baca juga: Masjid Sri Lanka Diserang Separatis, Jam Malam Diperpanjang

"Kita bahkan mampu menangkap semua orang yang berada di belakang serangan Paskah. Beberapa telah tewas dalam serangan itu. Ini memberi saya keyakinan bahwa kita dapat sepenuhnya menghilangkan ancaman terorisme internasional," jelasnya, seperti dikutip Channel News Asia.

Pemerintah sempat memberlakukan jam malam secara nasional dan memblokir akses media sosial untuk menghindari meluasnya aksi kerusuhan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More