Forgot Password Register

Presiden Zelenskiy: Warga Ukraina Tolak Pemberian Paspor oleh Putin

Presiden Zelenskiy: Warga Ukraina Tolak Pemberian Paspor oleh Putin Presiden Ukraina Vladimir Zelenskiy. (Foto: Reuters/Valentyn Ogirenko)

Pantau.com - Presiden terpilih Ukraina Vladimir Zelenskiy mengkritik pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang berjanji akan mempermudah pemberian paspor Rusia kepada warga Ukraina, dan mengatakan seharusnya Putin tidak berharap akan banyak warga Ukraina yang ingin menerima paspor itu.

Pekan lalu, Putin mengatakan tengah mempertimbangkan penawaran untuk semua warga Ukraina yang menginginkan kewarganegaraan Rusia, sebuah langkah yang mungkin memicu kemarahan dengan separatis pro-Rusia sejak 2014.

"Ukraina berbeda, khususnya dalam kenyataan bahwa Ukraina memiliki kebebasan berbicara di negaranya, media dan internet memiliki kebebasan," kata presiden terpilih Zelenskiy di Facebook.

Baca juga: Rusia-Ukraina Bersitegang, Putin Bicara Soal Pemberian Paspor

Menyusul dengan pernyataan Putin, Zelenksiy mengatakan akan memberikan kemudahan kewarganegaraan Ukraina kepada perwakilan semua negara yang menderita karena rezim otoriter dan korup, terutama warga Rusia, seperti dilansir Reuters, Selasa (30/4/2019).

Pernyataan Putin itu meluaskan janji sebelumnya yang ingin memberikan paspor Rusia kepada penduduk wilayah separatis di timur Ukraina, yang mendorong panggilan Kiev untuk sanksi internasional.

Lima tahun berperang antara pasukan Ukraina dan pasukan yang didukung Rusia telah menewaskan 13.000 orang meskipun sebuah gencatan senjata notional telah ditandatangani pada 2015.

Baca juga: Mengenal Komedian Vladimir Zelenskiy yang Menjadi Presiden Ukraina

Zelenskiy mengatakan dirinya siap untuk memulai pembicaraan dengan Rusia, tetapi ia memperingatkan Moskow untuk berbicara dengan Ukraine dan Ukrainians, yang dalam bahasa adalah ancaman, militer, dan tekanan ekonomi.

"Ini bukan jalan terbaik untuk gencatan senjata dan membuka blokir proses Minsk," tambahnya.

"Kami siap untuk mendiskusikan kondisi baru untuk koeksistensi Ukraina dan Rusia. Dengan pemahaman bahwa normalisasi benar akan terjadi hanya setelah menyelesaikan kependudukan, baik Donbass atau Krimea," jelasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More