Forgot Password Register

Rekening Pribadi dan Keluarga Masih Dibekukan, Najib Razak Umpat Pemerintah Malaysia

Najib Razak. (Foto: Reuters/Lai Seng Sin) Najib Razak. (Foto: Reuters/Lai Seng Sin)

Pantau.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak mempersoalkan ketidakadilan dan layanan yang diterimanya. Hal ini merujuk terhadap pembekuan rekening pribadi dan keluarganya.

"Seperti Anda, saya adalah warga negara biasa dari bangsa ini, yang tunduk pada asas praduga tidak bersalah," katanya.

Seperti diketahui, Najib telah dibebaskan bersyarat dengan jaminan RM1 juta dari anaknya dengan opsi dua kali angsuran. 

"Dua anakku mendukungku dan memenuhi perintah pengadilan. Pada Senin, berkat dukungan besar dari keluarga, teman dan pendukung, saya memenuhi ketentuan jaminan, yang ditetapkan pengadilan terhormat," katanya.

Baca juga: Seorang Anggota Neo-Nazi Divonis Penjara Seumur Hidup di Jerman

Najib mengatakan banyak yang menyadari bahwa semua rekening bank anak-anak dan cucu-nya dibekukan tanpa pemberitahuan segera setelah pembayaran pertama jaminan.

"Mengapa anak-anak saya harus diperlakukan seperti itu ketika mereka bukan pihak dalam transaksi apa pun dan tidak pernah menerima kontrak atau berbisnis dengan pemerintah," katanya.

"Rekening bank ini tidak memiliki transaksi lain karena hanya digunakan untuk menerima gaji saya sebagai anggota parlemen dan pensiun saya sebagai Menteri Besar Pahang dari dasawarsa saya melayani pemerintah di tingkat negara bagian dan federal," katanya.

Baca juga: Imbas Masalah Makedonia, Yunani Usir 2 Diplomat Rusia

Dia mengatakan rekening pribadi itu tidak ada hubungannya dengan politik dan tidak ada hubungannya dengan hal berkaitan dengan penyelidikan pihak berwenang.

"Saya baru menyadari akun saya dibekukan ketika cek pribadi saya dikeluarkan untuk pembayaran perawatan kesehatan anak saya ditolak," katanya.

Seperti warga negara lain, sambungnya, ia berhak mendapat kebebasan pribadi sampai persidangan selesai.

"Saya memohon kepada semua pihak untuk tetap berpegang pada aturan penyelidikan, yang adil dan tidak memihak. Jika kita tidak menghormati aturan hukum, aturan Keadilan Alam dan Konstitusi Federal, kita akhirnya akan menjadi negara gagal," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More