Forgot Password Register

Ritel di Mall Tutup, Mendag: Orang Tak Mau Lagi Buka-buka Rak

Ritel di Mall Tutup, Mendag: Orang Tak Mau Lagi Buka-buka Rak Gerai pakaian (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Kementerian Perdagangan menanggapi banyaknya pengusaha ritel di beberapa pusat perbelanjaan yang menutup usahanya. Menteri Perdagangan, Enggar Enggartiasto Lukita menilai hal tersebut lebih disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat. 

"Itu tidak bisa dihindari karena lifestyle-nya berubah jadi orang yang mau membeli sesuatu sekarang cenderung mencari yang lebih sederhana (mudah) melalui offline," ujarnya saat ditemui dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2019, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).

Enggar menambahkan, inovasi menjadi kunci dalam perkembangan zaman saat ini. Mulai dari kolaborasi toko online dan offline hingga mengubah gaya usaha perlu dilakukan.

Baca juga: Saham Boeing Anjlok, Pihak Asuransi Kewalahan Hadapi Klaim

"Kolaborasi online-offline itu akan meningkatkan sales dia. Makanan saja, Go-food dalam bulan tertentu omzetnya Rp 1,5 triliun. Kita aja kadang-kadang pake go-food, ini sudah merubah lifestyle," katanya. 

"Saya ambil contoh. Plaza Indonesia dia merubah tenant mixnya, sempat down sedikit kemudian dia creeping up (dengan inovasi)," katanya. 

Menurutnya jika pengusaha enggan mengubah trend belanja saat ini maka akan tergilas oleh perkembangan zaman. 

"Berapa banyak outlet yang tutup? Sogo, Debenhams tutup. Dia tidak bisa lagi survive karena orang tidak mau lagi beli buka-buka rak. Dia langsung pergi mencari brandnya apa. Penjualan toko Zara meningkat. Konsumen sekarang langsung cari brandnya, dia mau beli Zara tidak mau cari di Sogo. Dia mau beli Uniqlo ya langsung ke store Uniqlo, tidak mau cari-cari di Debenhams. Itu sebagai contoh," terangnya. 

Baca juga: Ini 12 Maskapai Penerbangan dengan Jumlah Boeing 737 Max Terbanyak

Dia juga memberikan contoh Pakuwon Mall yang juga mengubah tenant dan designnya untuk mengikuti bisnis saat ini yang sangat memperhatikan tampilannya.

"Sudah ada yang menyatakan bahwa ada bisnis selfie. Jadi selfie sekaran bagian dari lifestyle dan bisnis. Anak muda ini sekarang kalau makan di restoran ini dia mau pamer, makanannya nomor dua. Lingkungan itu yang jadi penting," katanya. 

"Kecenderungan lifestyle yang berubah untuk hang-out sangat tinggi," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More