Pantau Flash
JK: Masyarakat Papua Diharapkan Terima Permintaan Maaf Gubernur Khofifah
Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global
Redam Hoax Kerusuhan Papua, Kemkominfo Sempat Perlambat Internet

Saudi Sebut Serangan Drone di 2 Lokasi Pompa Minyak Tak Berpengaruh

Saudi Sebut Serangan Drone di 2 Lokasi Pompa Minyak Tak Berpengaruh Seorang staf teknis terlihat di pelabuhan Fujairah, Uni Emirate Arab. (Foto: Reuters/Satish Kumar)

Pantau.com - Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan, serangan terhadap Saudi telah mengancam pasokan minyak. Tapi hal itu diyakini tak mempengaruhi kebijakan ekspor.

Ia juga menyerukan para mitra Saudi mengutuk serangan-serangan tersebut. Seperti diketahui, empat kapal komersial diserang di lepas pantai Uni Emirat Arab. Dua hari kemudian drone menyerang instalasi-instalasi minyak di sebelah barat Ibu Kota Riyadh, Saudi.

Falih berbicara di Jeddah, Arab Saudi, menjelang pertemuan panel menteri negara -negara produsen minyak OPEC dan non-OPEC, termasuk Arab Saudi dan Rusia.

Baca juga: Dua Stasiun Pompa Minyak di Arab Saudi Diserang Drone Bersenjata

Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi menuding, Iran memerintahkan serangan atas instalasi-instalasi pompa minyak Saudi yang telah diakui oleh milisi Houthi, sekutu Iran, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Serangan tersebut membuktikan bahwa milisi-milisi ini hanya alat yang digunakan rezim Iran untuk melaksanakan agenda perluasannya," cuit Pangeran Khalid bin Salman, putera Raja Salman.

"Aksi -aksi teroris, yang diperintah rezim di Teheran, dilaksanakan oleh Houthi, memperketat jeratan di sekitar upaya politik yang sedang berlangsung," kata dia.

Kepala Komite Revolusi Tertinggi Houthi membantah Iran mengarahkan serangan tersebut dan mengatakan gerakan tersebut membuat sendiri pesawat-pesawat nirawak. Teheran juga membantah menyediakan senjata kepada Houthi.

Baca juga: Arab Saudi Pasca Sabotase Tanker: Kami Mendukung UEA

"Kami bukan agen siapa pun. Kami membuat keputusan mandiri dan tak mendapat perintah untuk melancarkan serangan drone atau yang lain," kata Mohammad Ali al-Houthi kepada Reuters. 

Para pejabat Saudi lainnya membuat pernyataan serupa di Twitter, meningkatkan tekanan pada musuh bebuyutan regional kerajaan itu di tengah-tengah peningkatan ketegangan antara Washington dan Teheran terkait sanksi-sanksi dan kehadiran militer Amerika Serikat di Teluk.

"Houthi merupakan bagian integral pasukan Garda Revolusi Iran dan mengikuti perintah-perintah mereka, sebagaimana terbukti dengan menyasar instalasi-instalasi di kerajaan itu," cuit Menteri Negara Urusan Luar Negeri Adel al-Jubeir.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: