Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

Sebar Foto Porno untuk Memeras Puluhan ABG, Pria Ini Diciduk Polisi

Sebar Foto Porno untuk Memeras Puluhan ABG, Pria Ini Diciduk Polisi Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kepolisian Resor (Polres) Ngawi, Jawa Timur, menangkap seorang pemuda asal Bojonegoro yang menyebarkan foto porno di media sosial untuk melakukan pemerasan terhadap korbannya.

Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan tersangka adalah AB (18) warga Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, Jawa Timur. Sedangkan korbannya rata-rata adalah gadis berusia belasan tahun yang berhasil diperdayai pelaku.

Baca Juga: UU Pemasyarakatan Beres, Napi Koruptor Bisa Mudah Bebas Bersyarat

"Diperkirakan korbannya sekitar 10 orang, namun baru tiga orang yang melapor. Kami harapkan korban lainnya segera melapor," ujar AKBP Natal, sapaan akrab AKBP Pranatal, kepada wartawan di Ngawi, Rabu (18/9/2019).

Menurutnya, penangkapan tersangka bermula dari laporan tiga orang korban asal Ngawi ke polres setempat. Ketiga gadis berusia 19 tahun tersebut mengaku foto bugilnya disebar oleh pelaku di media sosial Facebook.

"Hal itu dilakukan tersangka karena para korban tidak bersedia membayar sejumlah uang yang diminta pelaku," ungkapnya.

Natal menjelaskan, modus yang digunakan pelaku adalah membuat akun palsu di Facebook dengan nama Alinda Yunita. Kemudian, ia mengiming-imingi calon korbannya pekerjaan dengan gaji Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan.

Para korban yang hendak bergabung atau mendaftar kerja tersebut diminta untuk mengirim foto tanpa busana serta video. Para korban mayoritas adalah lulusan SMA.

"Pelaku memiliki beberapa akun palsu. Saat calon korban ragu, ada akun lain miliknya yang seakan memberikan testimoni," tuturnya.

Setelah foto porno didapat, pelaku lalu melakukan pemerasan. Para korban diminta mengirimkan sejumlah uang. Jika tak dituruti, pelaku yang merupakan jebolan SMP itu menyebar foto vulgar tersebut di media sosial.

"Pelaku menggunakan rekening orang lain untuk menjalankan aksinya. Satu korban minimal mengirim uang Rp250 ribu. Ada juga yang sampai puluhan juta," imbuhnya.

Baca Juga: Infografis 5 Jenis Usaha yang Paling Sering Jadi Kedok Bisnis Prostitusi

Aksi tersebut telah dilakukan tersangka sejak bulan Juli lalu atas idenya sendiri. Korban pertama kali kenal melalui akun Facebook palsu yang dibuat pelaku.

Sejumlah barang bukti yang diamankan polisi antara lain uang tunai, HP, buku tabungan, dan tangkapan layar percakapan korban dan pelaku. Kini pelaku telah diamankan polisi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional