Forgot Password Register

Sebelum Bergabung Dengan UE, Serbia Harus Selesaikan Dulu Masalah Ini

Sebelum Bergabung Dengan UE, Serbia Harus Selesaikan Dulu Masalah Ini Presiden Uni Eropa Sebastian Kurz. (Reuters/Piroschka van de Wouw)

Pantau.com - Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan negaranya siap untuk melanjutkan pembahasan masalah Kosovo dengan UE, dalam pertemuan dengan Kanselir Austria di Belgrade.

Uni Eropa membuat syarat untuk rencana bergabungnya Serbia dengan UE, yakni masalah Kosovo harus terlebih dahulu diatasi.

"Untuk keanggotaan Serbia di Uni Eropa, masalah Kosovo harus diselesaikan dengan sukses," ucap Presiden Uni Eropa Sebastian Kurz dalam konferensi pers bersama Presiden Serbia Aleksandar Vucic di Belgrade pada Senin (4 November 2018).

"Saya berharap proses dialog akan berakhir dengan sukses dan masyarakat akan mendukungnya," ucapnya, seperti dikutip Anadolu, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Rusuh! Aksi Lempar Gas Air Mata Warnai Sidang Parlemen Kosovo

Kurz juga mengatakan proses dialog antaara pihak berwenang Serbia dan Kosovo harus dilanjutkan.

Ia juga menegaskan peristiwa di masa lalu harus ditinggalkan dan masa depan bersama harus dibangun dan Balkan Barat merupakan bagian integral dari Uni Eropa.

"Kami melakukan yang terbaik guna membawa Balkan Barat, terutama Serbia, lebih dekat dengan UE," kata Kurz.

Sementara itu, Vucic mengatakan, pembangunan regional dapat dicapai dengan perdamaian dan stabilitas, mereka selalu siap untuk melanjutkan proses dialog Serbia-Kosovo yang dimediasi oleh Uni Eropa.

Vucic juga mengatakan mereka mempunyai niat menuju perdamaian terkait masalah Kosovo, namun hanya sedikit warga Serbia yang mendukung sikap ini.

Kosovo secara sepihak menyatakan kemerdekaannya dari Serbia pada 2008.

Serbia menolak langkah itu dan tetap menganggap Kosovo sebagai wilayahnya, sementara lebih dari 100 negara di seluruh dunia, termasuk Turki, AS, Inggris, Prancis, dan Jerman mengakuinya sebagai negara merdeka.

Baca juga: Giliran Negara Uni Eropa Didesak Hentikan Penjualan Senjata ke Arab Saudi

Share :
Komentar :

Terkait

Read More