Pantau Flash
Tolak Pinangan Barca dan PSG, De Ligt: Saya Mengagumi Juventus
Hingga Akhir 2019, Blok Masela Bisa Dongkrak Cadangan Migas 300 Persen
Pompeo: China Bertanggung Jawab Atas Noda Abadi Abad Ini!
Novri Setiawan Dihukum 2 Laga, Persija Didenda Rp75 Juta
Komedian Nunung Ditangkap Polisi karena Narkoba, Tes Urinenya Positif

Sebut Revolusi di YouTube, Politisi Gerindra Diperiksa Polisi Hari Ini

Sebut Revolusi di YouTube, Politisi Gerindra Diperiksa Polisi Hari Ini Ilustrasi Polda Metro Jaya (Foto: Pantau.com/Anugerah)

Pantau.com - Politisi Partai Gerindra, Permadi, diagendakan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, terkait dengan ucapannya yang menyebut soal revolusi di YouTube. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan ikhwal pemeriksaan itu. Rencananya, pemeriksaan akan berlangsung pada hari ini. 

"Untuk Pak Permadi ada laporan di PMJ berkaitan Undang-undang ITE. Jadi surat panggilan sudah dilayangkan pada bulan Mei dan diangendakan hari ini," ucap Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: 

Nantinya, sambung Argo, Permadi akan diperiksa dengan kapasitas sebagai saksi terlapor. Namun, hingga saat ini belum ada infomasi terkait kehadirannya dalam agenda pemeriksaan itu.

"(Panggilan pemeriksaan) siang ini, kita tunggu saja (kehadirannya)," kata Argo.

Untuk diketahui, Permadi telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis, 9 Mei 2019terkait ucapannya yang menyebut kata revolusi.

Baca juga: 

Selain itu, laporan terhadap Permadi juga dilakukan oleh Politisi PDIP bernama Stefanus Asat Gusma dan Josua Viktor selaku Ketua Yayasan Bantuan Hukum Kemandirian Jakarta.

Laporan Stefanus diterima polisi dalam nomor laporan LP/2885/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum. Sementara laporan Josua diterima polisi dalam nomor laporan LP/2890/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum.

Untuk pasal yang diterapkan dalam kedua LP itu adalah pasal dugaan makar yang masuk dalam Pasal 107 KUHP dan 110 KUHP Junto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 4 Junto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: