Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Selain Cinta Segitiga, Pembunuhan Bekasi Juga Dipicu Rebutan Bayi

Selain Cinta Segitiga, Pembunuhan Bekasi Juga Dipicu Rebutan Bayi Garis Polisi (Foto: Pantau.com/Adryan Novandia)

Pantau.com - Rekonstruksi kasus pembunuhan sadis terhadap Eljon Manik dengan tersangka SJ alias Daeng, menghasilkan fakta baru. Diketahui penyebab insiden berdarah itu tak hanya permasalahan cinta segitiga, namun juga memperebutkan bayi.

Namun, bayi mungil itu saat ini belum diketahui merupakan anak sah dari korban atau justru dari tersangka. Sebab keduanya saling mengklaim bahwa bayi itu merupakan anaknya.

"Kita belum dapat memastikan itu anak dari siapa. Nanti dari penyidik yang akan mendalaminya. Nantinya anak siapa," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di lokasi, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Bekasi, Begini Cara Korban Dihabisi

Selain itu, kata Argo, untuk saat ini bayi yang baru berusia dua bulan itu telah dititipkan ke panti sosial agar mendapat perawatan yang lebih layak.

"Pada prinsipnya anak itu sudah dititipkan di panti sosial ya," kata Argo

Terpisah, Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Herman Edco menambahkan, korban dan pelaku saling klaim bayi laki-laki itu lantaran keduanya memiliki hubungan dengan Wati selaku ibu dari bayi itu.

"Karena si perempuan (Wati) berhubungan dengan si korban maupun si tersangka laki-laki. Tanpa ada hubungan yang sah, jadi hanya kumpul kebo, seperti itu lah," kata Herman.

Baca juga: Ada Cinta Segitiga dalam Pembunuhan Sadis di Bekasi

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan dengan modus memasukkan korban ke dalam plastik yang kemudian dibuang ke sungai kecil akhirnya terungkap. Pria berinisial SJ alias Daeng (54) ditetapkan sebagai tersangka.

Insiden berdarah itu bermula saat Daeng terlibat cinta segitiga dengan seorang wanita bernama Wati (28) dan korban, Eljon Manik.

SJ dalam kasus ini terancam dijerat dengan Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP Lebih Subsider Pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup.


Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: