Pantau Flash
Ma'ruf Amin Minta Menag Sempurnakan Lagi PMA Majelis Taklim
5 Klub Perebutkan 2 Tiket Sisa ke 16 Besar Liga Champions
Patung Bung Karno Diresmikan di Stasiun Blitar
Hati-hati! KM 40-86 Tol Cipali Rawan Kecelakaan
Dana Program Keluarga Harapan Tetap Dicairkan Kemenkeu Awal 2020

Sering Pipis Tengah Malam Bisa Jadi Gejala Hipertensi

Sering Pipis Tengah Malam Bisa Jadi Gejala Hipertensi Ilustrasi berkemih. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Jika Anda sering buang air kecil atau berkemih pada malam hari, boleh jadi kondisi itu berhubungan dengan asupan garam Anda yang berlebihan dan tekanan darah tinggi (hipertensi), demikian studi para peneliti Jepang.

"Penelitian kami menunjukkan jika Anda harus sering buang air kecil pada malam hari, yang disebut nokturia, Anda mungkin mengalami peningkatan tekanan darah dalam tubuh Anda karena asupan garam berlebihan setiap hari," kata peneliti Divisi Hipertensi Rumah Sakit Tohoku Rosai di Sendai, Jepang, Satoshi Konno.

Baca juga: Sering Pipis Tengah Malam? Mungkin Ini Alasannya

Penelitian sebelumnya menunjukkan asupan garam berlebihan setiap hari dan hipertensi memiliki dampak negatif pada nokturia.

Di Jepang, orang-orang pada umumnya mengonsumsi lebih banyak garam daripada di masyarakat negara-negara Barat. Karena alasan itu, populasi Jepang mungkin berisiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi.

Kendali yang tepat terhadap asupan garam dan tekanan darah menjadi terapi nokturia.

Apakah ada hubungan sebab-akibat?

Dalam kajian Konno itu, sebanyak 3.749 penduduk kota Watari, Jepang yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan pada 2017 diteliti tentang tingkat tekanan darah mereka dan nokturia.

Hasilnya, bangun pada malam hari untuk buang air kecil berpeluang 40 persen lebih besar mengalami tekanan darah tinggi. Risiko hipertensi meningkat secara signifikan karena jumlah kejadian nokturia setiap malam pun meningkat.

Namun, Konno mengatakan temuan itu tidak membuktikan hubungan sebab akibat secara langsung antara nokturia dan hipertensi. Temuan itu, lanjutnya, mungkin tidak berlaku untuk orang yang tinggal di luar Jepang.

"Hubungan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk gaya hidup, asupan garam, etnis, dan latar belakang genetik," kata dia.

Baca juga: Kenapa Kita Harus Buang Air Kecil 40 cc Per Jam?

Sementara itu, Professor and president of the European Society of Cardiology (ESC) Barbara Casadei mencatat ada lebih dari satu miliar orang di dunia mengalami hipertensi, yang merupakan penyebab global utama kematian dini.

"Gaya hidup sehat termasuk pembatasan konsumsi garam, alkohol, makan makanan sehat, olahraga teratur, mengontrol berat badan, dan berhenti merokok disarankan," kata Casadei tentang pencegahan hipertensi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Rifeni
Category
Ragam

Berita Terkait: