Pantau Flash
Menteri Jonan Pastikan 100 Persen Rumah Tersambung Listrik di Akhir 2020
Demo Besar Tuntut Pelaku Rasis di Tangkap, Sekolah di Sorong Diliburkan
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya

Sistem Satu Arah di Tol Cikampek-Jakarta Berlaku 30 Mei-2 Juni

Headline
Sistem Satu Arah di Tol Cikampek-Jakarta Berlaku 30 Mei-2 Juni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Pemerintah akan menerapkan rekayasa jalan satu arah atau one way untuk jalur Gerbang Tol Cikarang Utama hingga Tol Brebes Barat, Jawa Tengah. Mulai tol Cikampek Kilometer 29 hingga Kilometer 263. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kebijakan tersebut akan dilaksanakan untuk antisipasi kemacetan arus mudik dan arus balik.

"Kita tetapkan dari kilometer 29 sampai kilometer 263 kita tetapkan searah untuk (arus mudik) tanggal 30 Mei hingga 2 Juni dan (arus balik) 9-10 Juni," ujarnya saat pemaparan dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9), di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Pemudik Catat! Ada Pemberlakuan One Way di Tol Jakarta-Cikampek

Budi menambahkan, kebijakan tersebut sudah diputuskan dan kewenangannya dilakukan oleh Korps Lalu Lintas. 

"Itu sudah putus, kakorlantas udah setuju dan semua kewenangannya kita berikan ke kakorlantas," katanya. 

Kabag Ops. Korlantas Polri Kombes Pol. Benyamin menambahkan, sistem satu arah kemungkinan besar dilakukan di jam-jam pemudik ramai menggunakan jalur tersebut. 

"Tinggi setelah sahur atau habis buka puasa tapi setelah buka puasa kecil dibandingkan sahur atau pagi. Kita preidiksi kalau one way jam 9 sudah lengang. Bisa saja jam 10 kita buka 2 arah," ungkapnya. 

Baca juga: Google Tangguhkan Bisnisnya dengan Huawei Pasca Blacklist Trump

Kendati demikian kata dia, pelaksanaan rekayasa lalu lintas satu arah ini nantinya tetap akan dilakukan situasional menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas. 

"Intinya situasional bisa 24 jam, bisa juga kita buka. Ada sela-sela waktu yang masyarakat Jakarta lengang saat berangkat maka dibuka 2 arah," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: