Forgot Password Register

Skema Penipuan Loom, Model MLM yang Teror Millennials Australia

Skema Penipuan Loom, Model MLM yang Teror Millennials Australia Inilah ajakan yang beredar di media sosial mengenia skema pengiriman uang Loom yang sekarang beredar. (Foto: ABC News/Johanna Marie)

Pantau.com - Saat sedang beredar skema penipuan lewat online dengan sasaran anak-anak muda, bernama Loom di Australia, skema model MLM, dimana kita harus mengirim dana dalam jumlah tertentu, dengan harapan nantinya akan mendapat kiriman balik berlipat ganda.

Skema penipuan lewat media sosial

1. Penipuan jenis Loom ini meminta orang lain mengirimkan uang, dengan model seperti multi level marketing

2. Skema ini menyebar lewat media sosial sehingga banyak orang tidak menyadari mereka jadi korban penipuan

3. Korban akan mengalami kerugian ribuan orang ketika tidak ada lagi teman atau keluarga yang bisa diajak

Skema ini pertama kali dilaporkan terjadi di Inggris, dan sekarang banyak beredar di media sosial di Australia, dengan tiap orang diminta mengirimkan uang AUD300 (sekitar Rp3 juta), dengan janji mereka akan mendapatkan delapan kali lipat kalau mereka bisa mencari teman atau keluarga untuk ikut.

Melansir ABC News, Jumat (12/4/2019), modal MLM ini juga sudah beredar di Indonesia, dengan masing-masing orang diminta mengirimkan uang Rp25 ribu ke empat orang, dengan harapan nantinya akan mendapatkan pemasukan ratusan juta rupiah.

Seorang warga Australia di Gold Coast (Queensland) Lincoln Bernstein mengatakan dia mengirimkan uang setelah melihat seorang teman membuat postingan di Instagram beberapa minggu lalu. "Saya kemudian mendapat kiriman tautan ke grup chattingan WhatsApp mengajak saya bergabung." kata Bernstein.

Baca juga: Sexy Killers Ungkap Sisi Gelap Lingkaran Jokowi dan Prabowo

Dia mengatakan bahwa dia tertarik ikut karena harapan bisa mendapatkan keuntungan segera, namun sampai sekarang belum mendapat kiriman apapun."

"Saya sudah menstransfer USD300 kepada seseorang yang berada di rantai tengah skema ini." katanya.

"Anda menipu keluarga dan teman-teman."


Skema piramida "Loom' ini sekarang banyak beredar lewat media sosial. (Foto: ABC News/Johanna Marie)

Seorang pengguna Facebook Luke MacDonald mengatakan mendapat kiriman dari seorang teman lewat Messenger mengajaknya bergabung.

Temannya mengatakan bahwa dia sudah mendapat keuntungan USD5 ribu (sekitar Rp50 juta) dari skema tersebut.

"Ini hanya tautan ke sebuah chattingan di grup WA. Saya bertanya apa isinya, dan dia mengatakan kelompok Loom dan sudah dua kali mendapat pemasukan." kata MacDonald.

Setelah melihat hal tersebut, MacDonald mengatakan dia segera merasa ini adalah bentuk penipuan, walau dia merasa mereka yang terlibat di sana mungkin tidak merasa sedang ditipu. "Seseorang di sana sepertinya orang yang baik, namun dia tidak berpikir dalam," ujarnya.

"Jawabannya adalah 'ini tidak penting penipuan atau tidak, yang jelas saya mendapat AUD 5 ribu dalam dua hari. Orang-orang merasa bahwa mereka bisa mendapat uang begitu saja, tanpa kerja keras, padahal tidaklah begitu."

"Pada dasarnya anda akan menipu keluarga dan teman-teman anda karena biasanya inilah orang-orang pertama yang kita sebarkan untuk mengirim uang — yang terjadi adalah orang saling mengirim uang dan mereka yang berada di posisi bawah akan jadi korban."

Tidak banyak bedanya dengan multi level marketing yang sudah banyak memakan korban

Seorang pakar masalah penipuan di Queensland University of Technology Dr Cassandra Cross mengatakan bentuk penipuan skema Loom ini tidak banyak bedanya dengan sistem multi level marketing yang sudah banyak memakan korban.

"Ini banyak kesamaan dengan skema piramid MLM." kata Dr Cross.

Dia mengatakan skema ini sekarang menjadi sasaran korban anak-anak muda yang lebih muda tergoda untuk menyerahkan uang mereka.

"Kalau kita lihat karena yang diminta dikirimkan adalah uang dalam jumlah kecil, anak-anak muda lebih tertarik karena mereka tidak banyak memiliki uang." kata Dr Cross.

Baca juga: Penganiayaan Terhadap Lansia Menjamur, Ini yang Dilakukan Australia


Model skema Loom ini mirip dengan sistem piramida yang sebelumnya sudah banyak beredar. (ABC News: Johanna Marie)

Skema ini menyebar lewat media sosial, yang berarti lebih banyak anak muda yang tidak menyadari bahwa mereka telah ditipu.

"Bila anda ikut dalam skema ini, dan kemudian meminta keluarga dan teman-teman ambil bagian, anda dalam posisi rentan." kata Dr Cross.

"Anda harus memberikan data rekening bank supaya uang bisa dikirim ke rekening bank anda, dan anda juga harus mengirim uang ke rekening orang lain."

"Ini bisa menimbulkan kecurigaan adanya pencucian uang, dan juga kita tidak tahu ke siapa kita mengirim uang, dan juga data rekening kita akan tersebar."

Pada akhirnya menurut Dr Cross, skema ini akan ambruk dan pesertanya akan mengalami kerugian ribuan dolar karena tidak ada lagi orang yang bisa direkrut. "Tawaran untuk mendapat uang dengan gampang, dengan mengirim uang sedikit dan nantinya dapat dalam jumlah besar memang mengiurkan tetapi ini tidak masuk akal."

Juru bicara Komisi Perlindungan Konsumen Austtralia (ACCC) mengatakan sudah menerima 128 laporan mengenai skema penipuan Loom ini sejak 4 Februari tahun dengan kerugian sejauh ini AUD 7.600 (sekitar Rp76 juta).

Lebih dari 60 persen korban dihubungi lewat media sosial atau forum online, dengan 5 persen yang membuat laporan telah ditipu mereka yang berusia 18-24 tahun, dan 34 persen berusia antara 25-34 tahun.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More