Pantau Flash
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka
Polri Klaim Situasi Papua Barat Kondusif
Kapolda: Kamtibmas Papua Sudah Kondusif dan Aman
Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Timur

Snow Dragon 2, Kapal Es Pertama China Siap Berlayar ke Antartika

Snow Dragon 2, Kapal Es Pertama China Siap Berlayar ke Antartika Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kapal penelitian kutub buatan pertama China, yang dikenal sebagai pemecah es kutub, dijadwalkan akan segera berlayar ke Antartika tahun ini untuk memulai ekspedisi.

Menurut China Daily, Xuelong 2 atau Snow Dragon 2 adalah kapal pemecah es pertama di Beijing, yang merupakan kapal dengan tujuan khusus yang dirancang untuk melakukan pelayaran ke perairan es dan menyediakan saluran air yang dapat diakses untuk kapal dan perahu lainnya. 

"Fitur signifikan yang membuat pemecah es berbeda dari kapal lain adalah lambung yang diperkuat untuk menahan air es, dirancang khusus membentuk ice-clearing untuk membuat jalan dan memiliki kekuatan ekstrim untuk menavigasi perairan es," demikian pernyataan Marine Insight dalam situs resminya.

Baca juga: China-Rusia Makin Mesra, AS Latah Perkuat Kehadirannya di Arktik

Melansir Sputnik, Sabtu (13/7/2019), kapal ini dirancang secara kolaboratif antara perusahaan teknik Finlandia Aker Arctic dan Marine Design and Research Institute of China di Shanghai. 

Kapal tersebut memiliki panjang 122,5 meter, dengan lebar 22,3 meter, dan memiliki dengan berat hampir 14.000 ton. Kapal pemecah es tersebut akan melakukan penelitian geologi dan biologi serta suvey di wilayah Arktik dan Antartika, menurut UPI.

Selain itu, kapal tersebut memiliki kemampuan ice-breaking dengan dua arah serta dapat berlayar dalam ekspedisi selama dua bulan lamanya.

Zhao Zhenhua, kepala teknis kapal pemecah es itu, mengatakan kepada Asia Times, ia telah kehilangan banyak jam tidur malam untuk menyusuk 7.891 cetak biru untuk kapal.

Baca juga: Kegiatan Militer Beijing di Arktik Meningkat, Pentagon Peringati China

Ia menyebutkan, lambung kapal 50 persen lebih tebal dibangdingkan dengan kapal biasa, dengan 7.000 poin sensorik di kapal itu yang akan memberikan informasi mengenai gesekan dan data lainnya di bawah kapal itu.

"Xuelong 2 akan menjadi platform utama untuk survei lingkungan kelautan China dan penelitian ilmiah di daerah Kutub," kata Qin Weijia, direktur penelitian kutub di China State Oceanic Administration.

Dalam kebijakan Arktik China, yang diterbitkan pada bulan Juni tahun lalu, Beijing memperkenalkan rencananya untuk menciptakan sebuah "Polar Silk Road" dengan memperluas Xi Jinping's Belt dan Road Initiative, Reuters melaporkan.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: