Pantau Flash
Vokalis Band Rock 'The Cars' Rick Ocasek Meninggal Dunia
Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin
Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak

Teroris di Bekasi Mampu Modifikasi hingga Aktifkan Bom dengan Wi-Fi

Teroris di Bekasi Mampu Modifikasi hingga Aktifkan Bom dengan Wi-Fi Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Terduga teroris EY (27) yang baru ditangkap Rabu, 8 Mei 2019, di Bekasi, Jawa Barat, dapat melakukan modifikasi beberapa jenis bom lebih modern, termasuk memicu bom dengan jaringan Wi-Fi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/5/2019), mengatakan selain menggunakan bahan-bahan kimia berupa TATP, EY dapat membuat rangkaian pemicu bom.

Apabila terjadi demo besar-besaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat penetapan hasil pemilu, EY telah memperkirakan alat pengacak sinyal diaktifkan sehingga gawai tidak dapat digunakan secara maksimal sebagai pemicu bom.

Baca juga: Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris Jaringan JAD di Bekasi

"Oleh karenanya dia sudah memodifikasi 'switching' bomnya dengan menggunakan 'router'," ujar Dedi Prasetyo.

Diketahui sampai saat ini belum ada alat pengacak sinyal yang dapat menghalangi jaringan Wi-Fi, apalagi dengan booster jaringan yang dipancarkan Wi-Fi radiusnya semakin luas.

"Dengan menggunakan router seperti ini dia radiusnya menjadi 500 meter, tambah lagi penguatnya, dia bisa radiusnya hingga satu kilometer," ucap Dedi Prasetyo.

Baca juga: Terungkap! Ini Peran Pemilik Gerai Ponsel Jaringan Teroris di Bekasi

Strategi yang digunakan dapat meletakkan beberapa ransel berisi bom di kerumunan massa dan meledakannya dari jarak satu kilometer dengan menggunakan gawainya.

Peledakan bom dapat dilakukan satu per satu atau serta merta, tetapi hingga kini masih didalami. Setelah menangkap EY dan anggota kelompoknya berinisial YM pada Rabu, Densus masih memburu anggota kelompoknya yang lain.

"Densus 88 usaha semaksimal mungkin sebelum tanggal 22 Mei diharapkan dengan upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini, tidak ada aksi terorisme," kata dia.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: