Forgot Password Register

Headlines

Tiket Pesawat Naik 'Kambing Hitamkan' Avtur, Peneliti INDEF: Salah Sasaran

Tiket Pesawat Naik 'Kambing Hitamkan' Avtur, Peneliti INDEF: Salah Sasaran Tangki Avtur (Foto: Antara)

Pantau.com - Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Drajad Wibowo mengatakan bahwa proporsi biaya avtur sangat kecil yaitu sekitar 3,6 persen dari keseluruhan harga tiket pesawat. Oleh karena itu, kenaikan harga tiket pesawat tidak bisa serta-merta menuding avtur sebagai penyebabnya.

"Secara umum saya sependapat dengan data telegraph.co.uk bahwa alokasi per tiket untuk bahan bakar hanya sekitar 3,63 persen. Terbesar adalah biaya perawatan, airport cost seperti landing fee, dan bahkan pajak dan charges, yang masing-masing berkisar antara 19,62-22,67 persen," kata Drajad dalam keterangan tertulis. 

Baca juga: Mahalnya Tiket Pesawat dan Bagasi Berbayar Akhirnya Telan Korban

Memang, terdapat pengecualian untuk maskapai yang menerapkan bisnis low cost carrier (LCC), lanjutya, karena untuk LCC terjadi sedikit peningkatan komponen bahan bakar dalam alokasi harga tiket sebagai akibat penekanan berbagai biaya. Namun , peningkatan tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap tingginya harga tiket.

"Jadi kalau yang diutak atik (bahwa penyebab tingginya harga tiket) adalah avtur, jelas salah tembak. Salah sasaran," katanya.

Sebelumnya Indonesia National Air Carriers Assosiation (INACA) mengakui bahwa avtur tidak berpengaruh langsung terhadap kenaikan harga tiket pesawat.

Menurut Ketua Umum INACA IGN Askhara Danadiputra, justru beban biaya operasional penerbangan lain, seperti leasing pesawat dan maintanance pesawat yang sangat berpengaruh terhadap harga tiket. Selain berbagai komponen tadi, Drajad menambahkan, beban pengadaan pesawat, baik yang dilakukan melalui pembelian maupun mekanisme lain seperti leasing juga sangat tinggi. 

Baca juga: Kamu Teriak Stop Impor Beras? INDEF: Enggak Mungkin Ditiadakan

Oleh karena itu, tambahnya, kalau ingin menurunkan tiket maskapai tesebut, yang pertama kali harus dilakukan adalah membersihkan dahulu dari utang-utangnya, begitu beban utangnya dikeluarkan, tiket maskapai akan jadi lebih murah. Begitu pula dengan airport cost, menurut dia juga sangat berpengaruh terhadap kenaikan harga tiket pesawat.

Dengan demikian, naiknya harga parkir pesawat, biaya landing, garbarata, dan check in sebesar 15-20 persen pada Oktober 2018, juga berpengaruh terhadap harga tiket. Senada dengan itu Ketua Forum Ekonomi Konstitusi Defiyan Cori menyatakan, pengaruh avtur terhadap kenaikan harga tiket pesawat sangat kecil, komponen terbesar adalah pada biaya pemeliharaan pesawat, termasuk di dalamnya, biaya pembelian pesawat yang dilakukan beberapa waktu lalu. 

"Sementara Avtur hanya 3,4 persen dari komponen besarnya harga pokok penjualan tiket. Kalau pun jarak tempuhnya paling jauh, untuk tujuan Indonesia bagian timur, maksimal hanya 24 persen," katanya. 

Oleh karena itu, dia meminta agar avtur tidak dijadikan sebagai kambing hitam terkait kenaikan harga tiket.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More