Pantau Flash
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali
Lampu Tenaga Surya akan Terangi Wilayah Terpencil di Kalimantan Barat
Gelandang Persib: Tolong Hentikan Kekerasan Pada Sepakbola

Transfer Online, RTGS atau Kriling, Mana Lebih Menguntungkan?

Transfer Online, RTGS atau Kriling, Mana Lebih Menguntungkan? Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Transfer uang saat ini dapat dilakukan dimana saja terutama dengan adanya sistem Transfer online melalui mobile banking. Namun ternyata ada pula cara lain yang bisa digunakan saat hendak mengirimkan uang yakni Kriling (Sistem Kriling Nasional Bank Indonesia/SKNBI) dan RTGS (Real Time Gross Settlemen). 

Direktur Pengembangan Infrastruktur Sistem Pembayaran BI, Ery Setiawan memaparkan ada beberapa perbedaan antara layanan SKNBI, RTGS dan Transfer Online. Namun tujuan utamanya adalah bank sentral ingin mendorong pembayaran yang lebih efisien. 

"Kami ingin payment retail ini lebih cepat dan makin murah. Cita-cita bank sentral mau rem laju pertumbuhan uang tunai, karena memang dengan non tunai akan lebih efisien," ujarnya di Kompleks perkantoran Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019). 

Baca juga: Per 1 September, Biaya Transfer Kliring Bank Cuma Rp3.500

Untuk diketahui, RTGS adalah layanan untuk transaksi atau pengiriman uang antar bank melalui sistem nasional dalam jumlah besar. Transaksi RTGS digunakan untuk jumlah lebih dari Rp100 juta. Untuk satu kali transaksi dikenakan biaya Rp35.000.

Sementara, Kriling atau SKNBI adalah sistem yang digunakan untuk memproses transaksi pembayaran yang termasuk Retail Value Payment System (RVPS) atau transaksi bernilai kecil (retail). 

Baca juga: Hore! Biaya Kriling Turun, Transfer ke Beda Bank Cuma Rp3.500

Biaya yang dikenakan pertransaksi untuk sistem kriling adalah Rp5.000. Namun BI telah mengatur aturan baru yang mana biaya yang dikenakan turun menjadi Rp 3.500 pertransaksi mulai 1 September 2019 mendatang. Meski tergolong lebih murah untuk transfer antar bank namun transfer menggunakan kriling ini membutuhkan proses 2 jam saat pengiriman dan 1 jam untuk aturan yang baru.

Sementara untuk transfer online yang lazim digunakan saat ini untuk antar bank dikenakan biaya Rp6.500-Rp7.500 pertransaksi. Namun kelebihannya, bisa langsung diterima secara real-time dan dapat mengirim kapanpun. 


Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi