Forgot Password Register

'Travel Advice' Berpotensi Pengaruhi Pemasukan Sektor Pariwisata

Pulau Komodo (Foto:Pixabay) Pulau Komodo (Foto:Pixabay)

Pantau.com - Sejumlah negara yang sudah mengeluarkan "travel advice" (imbauan bepergian) bagi warganya yang bepergian ke lokasi yang dianggap rawan menyusul sejumlah peristiwa terorisme di Indonesia seperti Inggris, Amerika, dan Australia.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur Abed Frans mengkhawatirkan adanya arahan lanjutan berupa 'travel warning'.

"Kami khawatir peristiwa terorisme baru-baru ini kemudian membuat negara-negara penyuplai wisatawan mengeluarkan 'travel warning' atau peringatan berwisata ke Indonesia termasuk ke Nusa Tenggara Timur," kata Abed Frans di Kupang, Selasa (15/5/2018).

Baca juga: Ini Puncak Mudik di Bandara, Awas Kehabisan Tiket

Menurutnya, jika larangan tersebut dikeluarkan maka arus kunjungan wisatawan mancanegara akan menurun secara drastis karena turunnya permintaan wisata dari luar negeri.

Apalagi, NTT sebagai daerah wisata unggulan nasional dengan destinasi wisata Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Pulau Flores, yang sudah mendunia, lanjutnya, tentu akan terkena dampak.

Baca juga: Sukses di Ekonomi Kreatif, RI Berbagi Pengalaman ke Kolombia

Aben Frans berharap, pemerintah segera mengatasi kondisi ancaman terorisme secara tuntas demi keamanan dan kenyamanan semua masyarakat Indonesia maupun wisatawan asing yang datang.

Ia berharap, situasi ancaman terorisme segera pulih mengingat untuk memulihkan kembali pariwisata pasca terorisme membutuhkan waktu yang panjang. 

Apalagi saat ini sesudah menjelang kegiatan 'annual meeting' IMF-World Bank di Bali pada Oktober 2018 yang dihadiri delegasi dari ratusan negara.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More