Forgot Password Register

Untuk Para Pelaku UKM: Coba Deh, Bisnis Jangan Cuma Buat Makan!

Untuk Para Pelaku UKM: Coba Deh, Bisnis Jangan Cuma Buat Makan! Ilustrasi bisnis plan UKM. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Usaha Kecil Menengah (UKM) menyumbang sekitar 60 persen untuk Produk Domestik Bruto (PDB). Tak heran jika UKM menjadi ujung tombak bagi perekonomian Indonesia.

Saat ekonomi global tengah mengalami ketidakstabilan, sektor UKM seharusnya bisa diandalkan untuk menopangnya. Namun, ada tantangan yang harus dilakukan para pelaku UKM agar bisa mengembangkan lini usahanya.

“Salah satu tantangan yang paling besar bagi para UKM itu adalah bagaimana mengubah pola pikir mereka dari yang hanya menjalankan bisnis untuk makan menjadi growth,” kata Pakar Pemasaran Yuswohady saat ditemui di Gedung Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

Baca juga: Ikuti Kecanggihan Zaman, UKM Wajib Pindah ke Go Digital

Saat ini kebanyakan potensi para pelaku UKM dianggap hanya menjalankan bisnis untuk sekedar ‘bisa makan’. Padahal, potensi UKM dinilai sangat besar. 

Melihat peluang tersebut, PT HM Sampoerna Tbk menggagas Program Sampoerna Retail Community (SRC) dan Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK). Salah satu UKM peserta program, Karyani telah membuka usaha serbuk herbal yang diberi nama Kesiman Jaya. Dia mengaku jika saat ini, produk serbuk herbalnya bahkan sudah diekspor ke Korea. Bahkan, Karyani mengaku pendapatan per bulannya setara dengan gaji anggota DPR RI. 

Yuswohady menilai hal ini didorong dari proses pembelajaran yang mengubah pola pikir pelaku UKM secara perlahan. Perubahan pola pikir ini mendorong para pelaku usaha UKM untuk memperkuat perekonomian. Upaya ini kata dia, seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab oleh pemerintah saja, tapi juga bekerja sama dengan pihak swasta. 

Salah satunya melalui program Sampoerna Retail Community (SRC) dan Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK). Kerja sama dengan bentuk pelatihan ini diharapkan bisa menguatkan membuat pola pikir pelaku UKM berkembang.

“Model pelatihan yang diberikan kepada para UKM ini harus dimulai dari hulu ke hilir. Artinya mulai dari produksi hingga bagaimana manajemen pemasarannya. Sebab, hampir 90 persen pelaku UKM itu kesulitan dalam manajemen bisnisnya,” katanya.

Baca juga: Telkomsel Luncurkan Kasir Digital untuk Dongkrak Digitalisasi UKM

Head of Commercial Bussiness Development Sampoerna Henny Susanto mencatat UKM yang dibina oleh Sampoerna sekira 60 ribu tersebar di 34 provinsi melalui program SRC.

Sementara, dari program PPK sendiri Sampoerna sudah melatih sekitar 40 ribu peserta di selitar 79 kota/kabupaten. Di tahun 2017, Sampoerna menggelontorkan dana sebesar Rp 21 miliar untuk melaksanakan dua program ini. 

“Alhamdulillah sejauh ini UKM yang kami bina sudah bisa merasakan dampaknya. Kami berupaya agar para pelaku UKM itu bisa bertumbuh. Sehingga masyarakat pun bisa terbantu,” kata Henny.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More