Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Produk Tekstil Indonesia Kalah Saing, Banyak Pabrik Terancam Tutup

Oleh Aditya Andreas
SHARE   :

Produk Tekstil Indonesia Kalah Saing, Banyak Pabrik Terancam Tutup
Foto: Ilustrasi kegiatan industri tekstil. (foto: Istimewa)

Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 8/2024 tentang Perubahan Ketiga atas Permendag No 36/2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor telah menyebabkan dampak negatif signifikan bagi produk industri dalam negeri. 

Plt Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Reni Yunita, menyatakan bahwa regulasi ini memicu lonjakan volume impor tekstil, dari 136.360 ton pada April 2024 menjadi 194.870 ton pada Mei 2024. 

Akibatnya, banyak pabrik tekstil dalam negeri yang tutup, menyebabkan 11.000 orang kehilangan pekerjaan.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno, mengaku sangat terkejut dan stres mendengar laporan tersebut. 

Eddy mengungkapkan kekhawatirannya tentang ketergantungan Indonesia pada impor dan lemahnya daya saing produk tekstil lokal. 

“Indonesia ini punya pasar yang luas, tapi justru dikuasai oleh produk impor yang lebih murah. Akibatnya produk lokal sulit bersaing,” ujar Eddy dalam keterangannya, dikutip Kamis (11/7/2024).

Anggota Komisi VII DPR RI, Nasril Bahar, juga merasa prihatin dengan kondisi industri tekstil saat ini. 

Nasril membandingkan situasi ini dengan era Orde Baru di bawah Suharto, di mana industri tekstil mengalami perkembangan yang baik, namun kini mengalami penurunan drastis.

“Kami berharap kebijakan yang diambil dapat memperkuat daya saing produk lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor, sehingga industri tekstil Indonesia dapat bangkit kembali,” ujar Nasril.

Penulis :
Aditya Andreas