
Pantau - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu mencatat penurunan anggaran signifikan pada tahun 2026 menjadi Rp79 miliar, dari sebelumnya Rp201 miliar di tahun 2025. Meski turun Rp122 miliar, penurunan ini disebut tidak mengganggu pekerjaan esensial karena fokus kegiatan tahun depan lebih diarahkan pada pemeliharaan rutin.
Menurut pernyataan pejabat Sudin SDA, hanya dua proyek pembangunan yang dijadwalkan berjalan pada 2026, yakni instalasi Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) di Pulau Panggang dan Pulau Kelapa, yang bertujuan memperkuat pasokan air bersih di dua wilayah tersebut.
Fokus Tahun 2026: Pemeliharaan dan Perawatan Rutin
Program lain diarahkan pada pemeliharaan tahunan untuk menjaga keberlanjutan pasokan air bersih di 10 pulau berpenduduk tetap.
Sementara pembangunan dan peningkatan kapasitas instalasi air bersih di Pulau Karya masih berlangsung dan ditargetkan rampung akhir 2025.
Pengelolaan penyediaan air bersih untuk wilayah Kepulauan Seribu kini sepenuhnya dialihkan kepada PAM Jaya, sehingga Sudin SDA lebih fokus pada infrastruktur penunjang seperti drainase dan tanggul.
Untuk infrastruktur tanggul, tidak ada pembangunan baru karena sebagian besar telah selesai dilakukan sebelumnya. Pada 2026, kegiatan diarahkan pada pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun untuk menekan risiko banjir rob.
SPALD dan Drainase Jadi Prioritas Perawatan
Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) di 10 pulau berpenduduk juga telah beroperasi penuh, sehingga tidak ada proyek pembangunan baru, hanya perawatan jaringan eksisting.
Salah satu proyek besar yang masih berjalan adalah peningkatan kapasitas SPALD di Pulau Pramuka, dari 195 meter kubik menjadi 400 meter kubik per hari, dan ditargetkan selesai pada akhir 2025.
"Peningkatan kapasitas SPALD Pulau Pramuka berjalan sesuai rencana, dengan 594 Sambungan Rumah sudah terhubung ke sistem tersebut," ungkap pejabat Sudin SDA.
Pekerjaan jaringan darat telah rampung, sedangkan fondasi bangunan laut telah menyelesaikan pemancangan 106 titik Mini Pile dan CCSP (struktur penahan ombak dan erosi).
Struktur beton pracetak bergelombang tersebut dirancang untuk menahan tekanan air, menjaga stabilitas pantai, dan memperkuat perlindungan kawasan pesisir Kepulauan Seribu.
- Penulis :
- Gerry Eka







