Pantau Flash
HOME  ⁄  Ekonomi

Ekspor Perdana Minyak Kelapa Mentah Banyuasin ke Malaysia Dilepas dari Pelabuhan Boom Baru

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Ekspor Perdana Minyak Kelapa Mentah Banyuasin ke Malaysia Dilepas dari Pelabuhan Boom Baru
Foto: Pelepasan ekspor perdana minyak kelapa mentah dari Pelabuhan Boom Baru Palembang ke Malaysia oleh Kepala Barantin Sahat M Panggabean, Gubernur Sumsel Herman Deru, Pimpinan PT Sukatani Perkasa Wiliam Chandra (sumber: ANTARA/Yudi Abdullah)

Pantau - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan memfasilitasi ekspor perdana minyak kelapa mentah (crude coconut oil/CNO) asal Kabupaten Banyuasin ke Malaysia melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang.

Pemeriksaan Ketat Sesuai Standar Ekspor

Kepala BKHIT Sumsel, Sri Endah Ekandari, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan standarisasi terhadap produk ekspor tersebut sesuai dengan persyaratan dari negara tujuan.

“Tim kami memastikan setiap komoditas yang akan diekspor bebas dari mikroorganisme pengganggu tumbuhan dan memenuhi standar teknis negara tujuan,” ungkapnya.

BKHIT Sumsel melaksanakan tindakan karantina secara ketat dengan tiga tahapan utama, yaitu pemeriksaan fisik, pengujian laboratorium, serta penerbitan sertifikat fitosanitari.

Fitosanitari sendiri merupakan serangkaian tindakan karantina tumbuhan yang dilakukan sebelum proses ekspor komoditas pertanian dan perkebunan.

Langkah ini penting untuk memastikan bahwa produk yang diekspor tidak ditolak oleh negara tujuan dan mampu bersaing di pasar internasional.

Ekspor 126 Ton CNO untuk Industri Kosmetik Malaysia

Minyak kelapa mentah dari Banyuasin ini diekspor untuk memenuhi kebutuhan industri kosmetik di Malaysia.

Pimpinan PT Sukatani Perkasa, Wiliam Chandra, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima pesanan sebanyak 126 ton CNO dari produsen kosmetik Malaysia.

“Ekspor 126 ton CNO yang secara langsung dari Pelabuhan Boom Baru Palembang ke Malaysia, dilakukan bertahap mulai 15 Desember 2025 sebanyak 21 ton dengan nilai Rp600 juta,” ungkapnya.

Produk CNO yang telah melewati proses pemeriksaan dan sertifikasi tersebut diharapkan dapat memuaskan pembeli dan membuka peluang kontrak berkelanjutan dengan volume ekspor yang lebih besar di masa mendatang.

Pelepasan ekspor perdana ini dilakukan oleh Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantin) Sahat M. Panggabean, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta Pimpinan PT Sukatani Perkasa, Wiliam Chandra.

Penulis :
Leon Weldrick