Pantau Flash
HOME  ⁄  Ekonomi

Menkeu Purbaya Pastikan Defisit APBN 2025 Tetap Terkendali meski Berpotensi Melebar

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menkeu Purbaya Pastikan Defisit APBN 2025 Tetap Terkendali meski Berpotensi Melebar
Foto: (Sumber: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam wawancara cegat seusai Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (02/02/2026). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto).)

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 tidak akan mengganggu pergerakan ekonomi nasional dan tetap berada dalam batas aman sesuai ketentuan undang-undang.

"Mungkin defisit akan bergerak sedikit ke atas. Tapi yang jelas, kami amankan tidak melanggar undang-undang," ungkapnya.

Revisi Proyeksi dan Realisasi APBN

Purbaya menjelaskan bahwa defisit APBN 2025 direvisi dari semula 2,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 2,78 persen PDB, seiring dengan terjadinya perlambatan ekonomi.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal agar defisit tidak melebihi batas maksimal 3 persen sesuai aturan.

Revisi dilakukan karena penerimaan negara mengalami perlambatan dan tidak sesuai target awal yang telah ditetapkan.

Hingga 30 November 2025, realisasi defisit tercatat sebesar 2,35 persen terhadap PDB atau setara dengan Rp560,3 triliun.

Sementara itu, pendapatan negara mencapai Rp2.351,5 triliun atau 82,1 persen dari proyeksi APBN yang ditetapkan sebesar Rp2.865,5 triliun.

Di sisi lain, belanja negara telah terealisasi sebesar Rp2.911,8 triliun atau 82,5 persen dari total pagu belanja senilai Rp3.527,5 triliun.

Optimisme Pemulihan Ekonomi

Purbaya optimistis bahwa langkah-langkah pemulihan ekonomi yang telah dilakukan pemerintah akan berdampak positif terhadap stabilitas fiskal dan sektor keuangan secara umum.

Ia juga menekankan bahwa semakin membaiknya kinerja ekonomi dan meningkatnya keuntungan perusahaan diperkirakan akan mendorong kenaikan harga saham di pasar.

Pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara belanja dan pendapatan negara guna memastikan keberlanjutan fiskal tetap terjaga dalam jangka panjang.

Penulis :
Gerry Eka