
Pantau - Provinsi Kalimantan Barat ditetapkan sebagai salah satu wilayah pelaksanaan program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi berskala nasional yang akan dibangun di Kawasan Industri Mandor, Kabupaten Landak.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyatakan bahwa kegiatan ground breaking untuk program tersebut direncanakan digelar pada Januari ini.
"Kegiatan ground breaking untuk program tersebut direncanakan digelar di Kawasan Industri Mandor (KIM), Kabupaten Landak, pada Januari ini," ungkapnya di Landak, Selasa.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah provinsi terhadap pelaksanaan program tersebut.
"Saya menyambut baik kegiatan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi yang dilaksanakan di Kalimantan Barat. Diharapkan program ini dapat membantu masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan daging ayam dan telur, sehingga harga yang diterima masyarakat bisa lebih terjangkau dengan kualitas yang baik," tuturnya.
Penguatan Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga
Gubernur Ria Norsan menambahkan bahwa kehadiran industri peternakan ayam terintegrasi akan memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Barat.
Selain itu, industri ini juga diharapkan dapat menekan fluktuasi harga komoditas pangan strategis seperti daging ayam dan telur ayam.
Chief Executive Officer Firmansyah Khatulistiwa Group, Hendra Firmansyah, menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional.
"Ground breaking hilirisasi peternakan ayam terintegrasi ini akan dilaksanakan serentak di 13 provinsi dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia dari Jawa Timur. Kami berharap Bapak Gubernur Kalimantan Barat dapat mengikuti kegiatan tersebut secara virtual," katanya.
Pemerataan Pembangunan dan Efisiensi Rantai Pasok
Menurut Hendra, tujuan dari kebijakan hilirisasi ini adalah pemerataan pembangunan sektor peternakan di berbagai daerah.
Program ini juga dirancang untuk mengatasi potensi kelangkaan daging ayam dan telur, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru.
"Melalui sistem peternakan ayam terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, diharapkan rantai pasok dapat berjalan lebih efisien, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah sekitar kawasan industri," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian.
"Program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi tersebut juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan nilai tambah produk peternakan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor riil," tuturnya.
- Penulis :
- Shila Glorya








