Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Digitalisasi Buka Jalan UMKM Indonesia Tembus Pasar Global Lewat E-Commerce Lintas Negara

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Digitalisasi Buka Jalan UMKM Indonesia Tembus Pasar Global Lewat E-Commerce Lintas Negara
Foto: (Sumber: Pelaku usaha menawarkan produk UMKM mitra binaan KAI yang dipromosikan saat KAI UMKM Fest di Stasiun Solo Balapan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (26/12/2025). Selain sebagai fasilitas promosi, kegiatan itu juga diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk UMKM lokal dan daya tarik bagi turis dan pengguna jasa kereta api saat momen liburan. ANTARAFOTO/Maulana Surya/YU (ANTARA FOTO/Maulana Surya))

Pantau - Perkembangan teknologi digital menjadikan batas geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia untuk menjangkau pasar internasional melalui platform e-commerce lintas negara.

Pertumbuhan populasi digital dan tren belanja daring global membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat daya saing produk nasional di pasar dunia.

Pemanfaatan platform seperti Amazon, Alibaba, dan TikTok Shop dinilai menjadi pintu masuk strategis bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar di tengah persaingan global.

Pasar internasional menawarkan peluang yang jauh lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan permintaan domestik.

Produk lokal Indonesia seperti kerajinan tangan, fesyen, dan makanan khas memiliki nilai tambah tinggi karena keunikan budaya yang sulit ditemukan di negara lain.

Ekspansi ke pasar global memungkinkan UMKM menjangkau jutaan konsumen mancanegara yang tertarik pada produk unik berbasis nilai budaya.

Masuk ke pasar internasional juga membantu UMKM melakukan diversifikasi risiko usaha agar tidak bergantung pada satu pasar.

Diversifikasi tersebut dinilai mampu menciptakan stabilitas usaha yang lebih baik di tengah fluktuasi ekonomi dan kebijakan lokal.

Perjalanan UMKM menuju pasar global tidak lepas dari tantangan utama seperti biaya pengiriman internasional yang tinggi dan waktu pengiriman yang relatif lama.

Sejumlah platform e-commerce kini menyediakan layanan pemenuhan pesanan global, termasuk layanan Amazon FBA yang memungkinkan produk disimpan di gudang luar negeri.

Pemanfaatan jasa ekspedisi internasional seperti DHL dan FedEx dinilai dapat mempercepat distribusi produk ke konsumen global.

Pembayaran internasional juga menjadi tantangan bagi sebagian UMKM karena belum familier dengan sistem transaksi lintas negara.

Platform digital modern telah menyediakan integrasi pembayaran internasional seperti PayPal dan Stripe serta sistem escrow untuk menjamin keamanan transaksi.

Regulasi dan sertifikasi produk menjadi faktor penting karena setiap negara memiliki aturan impor yang berbeda.

Pemenuhan sertifikasi internasional seperti FDA dan CE justru dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk UMKM.

Literasi digital masih menjadi kendala bagi sebagian pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform e-commerce global.

Pemerintah dan platform digital menyediakan berbagai program pelatihan seperti Google Gapura Digital dan Shopee UMKM Academy untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha.

Philip Kotler dalam bukunya Marketing 4.0 menyatakan bahwa "Bisnis yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pasar global akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan."

Analisis McKinsey & Company menyebutkan digitalisasi berpotensi meningkatkan ekspor UMKM hingga 30 persen jika didukung infrastruktur logistik dan pembayaran yang memadai.

Kementerian Koperasi dan UKM RI menegaskan bahwa "UMKM yang go digital memiliki peluang tiga kali lipat lebih besar untuk bertahan dan berkembang di era globalisasi."

Langkah awal UMKM untuk go global dimulai dari pemilihan produk yang tepat, strategi branding yang kuat, tampilan profesional, serta cerita produk yang menonjolkan nilai budaya.

Transformasi digital dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi UMKM Indonesia agar mampu bersaing dan tampil sebagai produsen berkualitas di pasar global.

Penulis :
Ahmad Yusuf