
Pantau - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan menargetkan seluruh 579 Rukun Warga (RW) di wilayah tersebut memiliki satu bank sampah untuk mendukung pengelolaan sampah yang solutif dan bernilai ekonomi.
"Ditargetkan setiap RW ada satu bank sampah. RW di Jakarta Selatan ada 579, jadi target 579 bank sampah," ungkap perwakilan Sudin LH Jakarta Selatan.
Langkah ini diambil untuk menekan volume sampah dan meningkatkan kesadaran warga dalam memilah serta mengelola limbah rumah tangga.
Produksi Sampah Capai 1.900 Ton per Hari
Jakarta Selatan memiliki luas wilayah 153,9 km² dengan jumlah penduduk sekitar 2,3 juta jiwa.
Wilayah ini menghasilkan sekitar 1.900 ton sampah per hari, sehingga penguatan program bank sampah dinilai sangat penting.
Sebelumnya, jumlah bank sampah di Jakarta Selatan tercatat sebanyak 355 unit.
Setelah proses reaktivasi dan penambahan 215 unit baru, kini totalnya mencapai 529 bank sampah, mendekati target 579.
Capaian dan Strategi Bank Sampah di DKI Jakarta
Secara keseluruhan, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta per Desember 2024, terdapat 1.878 RW dari total 2.748 RW di Jakarta yang memiliki bank sampah, dengan jumlah unit mencapai 2.287.
Namun, setelah dilakukan monitoring dan evaluasi, hanya 1.435 unit (63%) yang berstatus aktif, sementara 852 unit (37%) tidak aktif.
DLH DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan jumlah dan efektivitas bank sampah melalui berbagai strategi, di antaranya:
- Sosialisasi pemilahan sampah kepada warga
- Koordinasi dengan ketua RW untuk pembentukan pengurus bank sampah
- Inventarisasi sarana dan prasarana, termasuk timbangan
- Koordinasi dengan kelurahan untuk penerbitan Surat Keputusan (SK) bank sampah
- Dukungan dari wali kota, camat, dan lurah
- Pelatihan dan pendampingan operasional
Selain berkontribusi terhadap lingkungan, program ini juga sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang diharapkan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.
Inisiatif ini mendukung target "zero waste" pada tahun 2050 sebagai bagian dari visi pengelolaan lingkungan berkelanjutan di ibu kota.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








