
Pantau - Bank Pembangunan Daerah Lampung mencatat laba bersih sebesar Rp200 miliar sepanjang tahun 2025 atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Bank Lampung.
Kinerja laba bersih tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana dalam pemaparan kinerja perseroan.
Indra Merviana menyebut capaian tersebut turut didukung oleh peningkatan fee based income dari layanan digital.
Ia menjelaskan fee based income Bank Lampung dari layanan digital telah mencapai Rp38 miliar.
Meski mencatat kinerja laba tertinggi, penyaluran kredit Bank Lampung pada 2025 belum sepenuhnya mencapai target.
Indra Merviana menyampaikan keterlambatan realisasi pinjaman daerah menjadi salah satu penyebab belum tercapainya target kredit.
Bank Lampung menegaskan akan menggeser fokus bisnis dari kredit konsumtif ASN ke kredit produktif dan komersial.
Kredit produktif tersebut akan difokuskan pada penguatan sektor UMKM di Provinsi Lampung.
Indra Merviana menegaskan bahwa Bank Lampung tidak ingin terlalu bergantung pada kredit konsumtif.
Penguatan UMKM dan sektor produktif dinilai sejalan dengan upaya mendukung pembangunan daerah.
Pada tahun 2026, Bank Lampung menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 8,5 persen.
Target pertumbuhan dana pihak ketiga pada 2026 ditetapkan sebesar 7,69 persen.
Bank Lampung juga menargetkan pertumbuhan laba sebesar 9,43 persen atau sekitar Rp225 miliar pada 2026.
Fokus pembiayaan 2026 diarahkan ke sektor pertanian, ketahanan pangan, kehutanan sosial, dan konstruksi.
Bank Lampung menargetkan percepatan digitalisasi layanan perbankan untuk meningkatkan daya saing.
Sinergi Kelompok Usaha Bank dengan Bank Jatim akan terus diperkuat.
Penguatan sinergi tersebut meliputi sumber daya manusia, likuiditas, teknologi informasi, dan keamanan siber.
Tahun 2025 disebut sebagai fondasi transformasi Bank Lampung menuju bank unggul pilihan utama masyarakat.
Transformasi dilakukan melalui pembentukan tim percepatan bisnis, layanan, budaya, dan struktur organisasi.
Nilai budaya kerja yang diterapkan meliputi sinergi, integritas, profesional, inovatif, dan loyal.
Indra Merviana menyatakan transformasi 2025 menjadi pijakan akselerasi kinerja Bank Lampung pada 2026.
Ia menegaskan kesiapan Bank Lampung untuk bertumbuh dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Lampung serta pemerintah kabupaten dan kota.
Kinerja Bank Lampung dinilai berperan penting dalam mendorong dampak ekonomi daerah dan kesejahteraan bersama.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







