
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Indonesia tidak merasa khawatir terhadap ancaman tarif 25 persen yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi negara-negara yang memiliki hubungan dagang dengan Iran.
Penegasan ini disampaikan Airlangga saat ditemui dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit yang berlangsung di Jakarta pada hari Selasa.
Sikap Pemerintah Indonesia terhadap Ancaman Tarif AS
Ketika dikonfirmasi oleh awak media terkait pernyataan Trump, Airlangga menyatakan bahwa pemerintah tidak menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan.
"Tidak ada (kekhawatiran)," ungkapnya singkat.
Airlangga menjelaskan bahwa alasan utama Indonesia tidak khawatir adalah karena nilai perdagangan antara Indonesia dan Iran tergolong kecil.
"Kita transaksinya tidak besar," tegasnya kembali.
Meskipun begitu, ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai posisi strategis Indonesia dalam menanggapi potensi kebijakan tarif dari Amerika Serikat tersebut.
Pernyataan Trump yang Memicu Reaksi Global
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyampaikan ancaman pengenaan tarif melalui unggahan di platform Truth Social.
Dalam unggahan itu, Trump menyatakan bahwa negara mana pun yang menjalin kerja sama dagang dengan Republik Islam Iran akan dikenai tarif 25 persen untuk seluruh aktivitas bisnis dengan Amerika Serikat.
"Mulai berlaku segera, negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar tarif sebesar 25% untuk seluruh kegiatan bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat. Perintah ini bersifat final dan mengikat. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap hal ini!" tulis Trump dalam unggahan yang dikutip di Jakarta pada hari Selasa.
Kebijakan ini menuai perhatian dunia karena dinilai dapat berdampak luas pada hubungan ekonomi global, terutama bagi negara-negara yang tetap membuka kerja sama dengan Iran.
- Penulis :
- Shila Glorya








