
Pantau - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mendorong peningkatan ekspor produk hasil program pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai upaya memperkuat fungsi pemasyarakatan yang berorientasi pada kemandirian.
Agus menyampaikan bahwa pemisahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dari Kementerian Hukum dan HAM memberikan dampak positif, terutama dalam fokus pelaksanaan tugas pemasyarakatan dan pengembangan program pembinaan WBP.
"Tentunya ini menjadi lebih fokus. Kemudian, dengan amanat Undang-undang KUHP yang baru, peran Balai Pemasyarakatan (Bapas) menjadi sangat besar," ungkapnya.
Penguatan Peran Bapas dan Pembinaan Kemandirian
Agus menjelaskan bahwa Kemenimipas tengah mengupayakan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara, yang akan didukung oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas).
Menurutnya, peran Bapas akan diperkuat oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) yang akan mendampingi WBP sejak proses ajudikasi hingga pasca-ajudikasi.
"Dalam fase pasca-ajudikasi itulah kita mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat. Apabila hukumannya berupa kerja sosial, pendampingan tetap dilakukan oleh Bapas dengan pengawasan dari pihak lapas," jelasnya.
Agus menegaskan bahwa pembinaan kemandirian telah berhasil mendorong produksi yang mampu menembus pasar ekspor dan menunjukkan tren pertumbuhan.
"Karena itu, kami menerapkan zonasi, mana yang berperan sebagai produsen dan mana yang menyuplai bahan, sehingga kontinuitas produksi dapat terus terjaga," ujarnya.
Produk WBP Tembus Pasar Internasional
Ia mengungkapkan bahwa beberapa produk hasil pembinaan WBP, termasuk dari Lapas Cirebon, telah berhasil diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Prancis, Spanyol, dan Korea Selatan.
Sebanyak 750 unit coco shade hasil produksi WBP di Lapas Cirebon baru-baru ini dikirim ke Spanyol dalam pelepasan ekspor terbaru.
"Sementara ini sudah ada sekitar delapan negara tujuan ekspor dan mudah-mudahan ke depan bisa terus kita kembangkan," kata Agus.
Ia berharap bahwa model pembinaan berorientasi ekspor bisa diterapkan di berbagai wilayah lain, termasuk Lapas Nusa Kambangan.
Agus menambahkan bahwa produk potensial lainnya yang sedang dikembangkan antara lain kantong ramah lingkungan, panel surya, dan produk bernilai ekonomi lainnya.
"Mudah-mudahan ke depan kita bisa mengekspor produk unggulan seperti udang vaname dari Nusa Kambangan," tutupnya.
- Penulis :
- Shila Glorya








