Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Energi Terbarukan Dorong Ekonomi Kepulauan, Pemkab Sumenep Fokus Kembangkan Listrik dan Pemberdayaan Nelayan di Kangean

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Energi Terbarukan Dorong Ekonomi Kepulauan, Pemkab Sumenep Fokus Kembangkan Listrik dan Pemberdayaan Nelayan di Kangean
Foto: (Sumber: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (ANTARA/ HO-Pemkab Sumenep))

Pantau - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyatakan bahwa program energi baru dan terbarukan (EBT) di wilayah Kepulauan Kangean berhasil mendorong pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya melalui perluasan akses listrik.

"Ada 13 titik yang menjadi sasaran program yang telah kami lakukan sejak 2018", ungkap Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Program EBT dinilai sangat penting untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses listrik.

Listrik Masuk Kangean, Pemkab Gandeng PLN dan Swasta

Kabupaten Sumenep memiliki kondisi geografis unik dengan total 126 pulau, di mana 48 di antaranya merupakan pulau berpenghuni.

Untuk memperluas jangkauan listrik di daerah tersebut, Pemkab Sumenep bekerja sama dengan PLN melalui program energi terbarukan.

Sebanyak 13 titik lokasi penerima manfaat berada di wilayah Kepulauan Kangean, yakni Pagerungan Kecil, Tonduk, Paleyat, Saobi, Sabunten, Goa-Goa, Sakala, Masa Kambing, Pulau Karamian, Saebus, Sadulang Besar, Sapangkur Besar, dan Saular.

Selain sektor energi, Bupati Fauzi juga menyoroti perlunya sarana transportasi laut seperti kapal cepat, khususnya untuk mendukung layanan kesehatan bagi warga kepulauan.

Pemberdayaan Nelayan hingga Pengelolaan Konflik dengan Industri Migas

Pemerintah Kabupaten Sumenep turut melaksanakan program pemberdayaan nelayan di Kepulauan Kangean guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

Program ini dilaksanakan dengan menggandeng sektor swasta, termasuk Kangean Energy Indonesia (KEI).

Namun, pelaksanaan program tidak lepas dari tantangan, seperti adanya konflik antara nelayan dan aktivitas industri minyak dan gas bumi di wilayah perairan sekitar.

"Tapi berkat upaya pendekatan yang ulet, konflik antara nelayan dengan perusahaan migas bisa diatasi", jelas Fauzi.

Pemkab Sumenep menilai sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program pembangunan di wilayah kepulauan.

Penulis :
Ahmad Yusuf