
Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen memperkuat kemandirian pangan daerah melalui pengembangan program hilirisasi unggas terintegrasi yang dipusatkan di Kabupaten Sumbawa.
Penguatan kemandirian pangan tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pasokan telur dan daging ayam dari luar wilayah Nusa Tenggara Barat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat Muhamad Riadi menyampaikan bahwa selama ini kebutuhan telur dan daging ayam di daerah tersebut masih dipasok dari luar wilayah.
Program hilirisasi unggas terintegrasi dikembangkan di kawasan Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Serading, Kabupaten Sumbawa.
Tahap awal pengembangan telah dilakukan melalui pembersihan lahan di kawasan BPT HMT Serading.
Pembangunan akses jalan menuju lokasi juga telah dilaksanakan sepanjang sekitar 700 meter dengan lebar 10 meter sesuai persyaratan teknis.
Lokasi tersebut disiapkan sebagai tempat pembangunan fasilitas parent stock layer yang difungsikan untuk pemeliharaan ayam sebagai tahap awal hilirisasi unggas daerah.
Program hilirisasi unggas juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur bagi Program Makan Bergizi.
Pelaksanaan program hilirisasi unggas terintegrasi di Nusa Tenggara Barat sepenuhnya dilakukan oleh perusahaan pelat merah PT Perkebunan Nusantara.
Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas hilirisasi unggas akan dilaksanakan secara serentak dan hibrida bersama beberapa provinsi penerima alokasi tahap pertama.
Kegiatan tersebut dijadwalkan dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Nusa Tenggara Barat memperoleh alokasi pembangunan dua unit parent stock, satu unit grand parent stock, satu unit fasilitas pakan ternak, lima unit pullet layer, lima unit rumah potong hewan unggas dan cold storage, satu unit fasilitas pengolahan daging, serta satu unit fasilitas pengolahan telur.
Total sebanyak 16 unit bangunan akan dibangun dan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat.
Penentuan lokasi pembangunan disesuaikan dengan kesiapan lahan yang diusulkan oleh daerah dan telah melalui proses verifikasi PT Perkebunan Nusantara bersama mitra.
- Penulis :
- Aditya Yohan







