Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Saham AS Melemah Tipis di Tengah Ketidakpastian Masa Depan Kepemimpinan The Fed

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Saham AS Melemah Tipis di Tengah Ketidakpastian Masa Depan Kepemimpinan The Fed
Foto: (Sumber: Foto yang diambil pada 17 September 2025 ini memperlihatkan logo Federal Reserve di gedung Federal Reserve di Washington, D.C., Amerika Serikat. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong.)

Pantau -  Saham-saham Amerika Serikat ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat, 16 Januari, seiring meningkatnya volatilitas pasar obligasi dan ketidakpastian terkait arah kepemimpinan Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 83,11 poin atau 0,17 persen ke level 49.359,33.

Indeks S&P 500 melemah 4,46 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.940,01.

Indeks Nasdaq Composite turun 14,63 poin atau 0,06 persen ke level 23.515,39.

Dari sebelas sektor utama dalam indeks S&P 500, kinerja saham menunjukkan pergerakan yang beragam sepanjang sesi perdagangan.

Sektor real estat mencatat kinerja terbaik dengan kenaikan 1,2 persen.

Sektor industri turut menguat sebesar 0,65 persen.

Sektor layanan kesehatan mengalami penurunan terbesar dengan koreksi 0,84 persen.

Sektor komunikasi juga melemah sebesar 0,72 persen.

Tekanan pasar meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal terkait perubahan arah kepemimpinan Federal Reserve.

Trump mengisyaratkan bahwa Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional, kemungkinan tetap berada di posisinya saat ini.

Kevin Hassett sebelumnya dipandang sebagai kandidat kuat pengganti Jerome Powell sebagai pimpinan The Fed.

Ketidakpastian mengenai jadwal dan sosok pengganti pimpinan bank sentral tersebut menekan pergerakan tiga indeks utama Wall Street.

Dampak ketidakpastian juga terasa di pasar obligasi Amerika Serikat.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level 4,23 persen, tertinggi sejak awal September.

Kenaikan imbal hasil mencerminkan kekhawatiran investor terhadap independensi bank sentral serta sinyal data inflasi yang dinilai tidak konsisten.

Meski volatilitas meningkat, sejumlah analis menilai kondisi fundamental pasar masih cukup tangguh.

Analis dari ING menyebut kekhawatiran akan perubahan kebijakan moneter yang ekstrem sejauh ini belum terbukti.

Bahkan gubernur Federal Reserve yang ditunjuk Trump belum mendorong kebijakan pemangkasan suku bunga secara agresif.

Investor juga mencermati proses hukum yang melibatkan Gubernur The Fed Lisa Cook.

Proses hukum tersebut dijadwalkan akan dimulai di Mahkamah Agung Amerika Serikat pada pekan berikutnya.

Dari sisi korporasi, pekan pertama musim laporan kinerja kuartal keempat bank regional menunjukkan hasil yang bervariasi.

Saham PNC Financial melonjak 3,79 persen berkat kuatnya pendapatan biaya konsultasi dan meningkatnya aktivitas transaksi.

Sebaliknya, saham Regions Financial turun 2,63 persen setelah merilis panduan kinerja yang mengecewakan dan hasil kuartalan di bawah ekspektasi analis.

Penulis :
Aditya Yohan