Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Analis Nilai Rupiah Berpeluang Menguat Terbatas di Tengah Dampak Potensi Tarif AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Analis Nilai Rupiah Berpeluang Menguat Terbatas di Tengah Dampak Potensi Tarif AS
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc/aa..)

Pantau - Nilai tukar rupiah diperkirakan berpeluang menguat terbatas seiring dampak potensi penerapan tarif baru Amerika Serikat yang memicu volatilitas pasar global.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi bergejolak terhadap dolar AS di tengah perkembangan isu tarif Amerika Serikat.

“Rupiah diperkirakan akan bergejolak terhadap dolar AS dengan potensi menguat terbatas. Dolar AS melemah pagi ini, dengan investor menghitung dampak dari potensi tarif baru AS terhadap negara-negara yang menentang keinginan AS menguasai Greenland,” ungkap Lukman Leong.

Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, rupiah tercatat melemah 17 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp16.904 per dolar AS dibandingkan sebelumnya Rp16.887 per dolar AS.

Mengutip laporan Kyodo, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor tambahan kepada negara-negara yang tidak mendukung upaya Washington untuk menguasai Greenland.

Sikap tersebut memicu penolakan keras dari para pemimpin Eropa karena Greenland merupakan wilayah otonomi Denmark yang dinilai strategis dan kaya sumber daya alam.

Donald Trump menegaskan pulau terbesar di dunia itu harus dikuasai demi keamanan nasional Amerika Serikat terkait meningkatnya kehadiran China dan Rusia di kawasan Arktik.

Lukman Leong menilai penguatan rupiah akan tetap terbatas karena masih dibayangi sentimen penghindaran risiko global.

“Rupiah mungkin tidak akan menguat banyak dan juga masih berpotensi melemah oleh sentimen penghindaran risiko dari eskalasi ini,” ujarnya.

Selain faktor global, pelaku pasar juga mencermati agenda dalam negeri berupa Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Rabu, 21 Januari 2026.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan.

“Namun, investor mencari kejelasan akan prospek suku bunga ke depannya,” kata Lukman Leong.

Berdasarkan berbagai faktor tersebut, pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp16.850 hingga Rp16.950 per dolar AS.

Penulis :
Aditya Yohan