
Pantau - PT Kereta Api Indonesia Persero menyampaikan proses pemulihan operasional perjalanan kereta api di sejumlah lintasan terdampak banjir masih terus dilakukan hingga Senin, 19 Januari 2026 pagi.
Dalam proses pemulihan tersebut, KAI menerapkan pengaturan operasional secara hati-hati dan adaptif dengan keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan seluruh keputusan operasional diambil berdasarkan pemeriksaan teknis di lapangan serta mempertimbangkan kondisi cuaca dan prasarana yang dinamis.
Anne Purba menyampaikan penanganan prasarana di sejumlah titik terdampak menunjukkan kemajuan dan kereta api sudah dapat kembali melintas di lintasan utama.
Pelintasan dilakukan dengan pengaturan kecepatan serta pengamanan sesuai standar keselamatan perjalanan kereta api.
Di Daop 4 Semarang, pemulihan pada petak jalan Pekalongan–Sragi menunjukkan perkembangan signifikan setelah genangan di jalur hulu dan hilir berhasil ditangani pada pukul 05.10 WIB.
Seluruh kereta api di lintasan tersebut kembali melintas menggunakan lokomotif dinas masing-masing dengan pembatasan kecepatan 30 kilometer per jam.
Pembatasan kecepatan diberlakukan sambil menunggu kecukupan pemadatan balas menggunakan mesin Multi Tie Tamper.
Mesin tersebut berfungsi mengangkat, menata, dan memadatkan batu balas agar geometri rel kembali sesuai standar keselamatan.
Penanganan dilakukan melalui ecer balas dan pengangkatan jalur secara manual serta dilanjutkan dengan ecer balas lanjutan pada hari yang sama.
Pengangkatan jalur dilakukan di titik tertentu dan pemecokan menggunakan alat berat direncanakan jika kondisi lapangan memungkinkan.
Di Daop 1 Jakarta, genangan air di emplasemen Kampung Bandan telah berhasil ditangani setelah dilakukan pengangkatan jalur manual sejak Minggu sore hingga malam.
Pengangkatan jalur dilanjutkan menggunakan kendaraan pemeliharaan jalan rel dan dinyatakan selesai pada pukul 04.30 WIB.
Kereta api pertama melintas dengan pembatasan kecepatan 20 kilometer per jam sebelum kecepatan ditingkatkan secara bertahap sesuai evaluasi teknis.
Hingga Senin, 19 Januari 2026, KAI masih membatalkan 34 perjalanan kereta api jarak jauh sebagai bagian dari pengaturan operasional selama proses pemulihan.
Secara kumulatif, sekitar 38 ribu pelanggan tercatat telah melakukan pembatalan tiket perjalanan.
Anne Purba menjelaskan pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh perjalanan kereta api benar-benar aman bagi pelanggan.
Gangguan operasional dipicu curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem sejak Jumat, 16 Januari 2026, yang menyebabkan luapan sungai serta jebolnya tanggul di sekitar lintasan Pekalongan–Sragi.
Di wilayah Jakarta, hujan deras juga menimbulkan genangan di sejumlah emplasemen dan petak jalan operasional.
Anne Purba menegaskan kondisi tersebut merupakan force majeure akibat faktor alam di luar kendali perusahaan.
KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi selama gangguan operasional.
KAI memastikan hak pelanggan tetap dipenuhi melalui skema service recovery berupa pengembalian bea tiket 100 persen sesuai ketentuan.
Informasi resmi terkini dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI, Call Center KAI 121, WhatsApp 0811-2223-3121, email [email protected], serta media sosial resmi KAI.
Perkembangan kondisi operasional akan terus disampaikan secara berkala kepada masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








