Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah Tipis di Akhir Sesi, Pasar Asia Menguat Didukung Meredanya Ketegangan Geopolitik

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Melemah Tipis di Akhir Sesi, Pasar Asia Menguat Didukung Meredanya Ketegangan Geopolitik
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (22/1/2026), seiring aksi ambil untung yang dilakukan pelaku pasar menjelang penutupan sesi.

IHSG melemah sebesar 18,15 poin atau 0,20 persen ke posisi 8.992,17 setelah sempat dibuka menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama.

Sementara itu, indeks LQ45 justru mencatatkan kenaikan 3,69 poin atau 0,42 persen ke level 875,10.

Dinamika Perdagangan dan Sektor Penggerak

Pada perdagangan hari ini, empat sektor mencatatkan penguatan tertinggi, dipimpin oleh sektor barang konsumen primer yang naik 1,54 persen.

Sektor infrastruktur turut menguat 1,44 persen, disusul sektor properti yang naik 1,00 persen.

Di sisi lain, tujuh sektor mengalami tekanan, dengan sektor teknologi mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,24 persen, diikuti sektor industri yang turun 1,08 persen dan sektor energi yang melemah 0,96 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan tertinggi antara lain LAJU, LPKR, DAAZ, GOLF, dan MPPA.

Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah HDIT, ESIP, PTRO, BULL, dan BUMI.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 4.090.539 kali transaksi dengan volume mencapai 72,15 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp37,95 triliun.

Sebanyak 345 saham ditutup menguat, 331 saham melemah, dan 128 saham stagnan.

Sentimen Global dan Kebijakan Domestik

Mayoritas bursa saham di kawasan Asia ditutup menguat, didukung meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap Eropa pada 1 Februari 2026 serta tidak akan menggunakan kekerasan untuk menguasai Greenland.

"Presiden Trump juga menyatakan telah mencapai kesepakatan kerangka kerja mengenai Greenland," ungkap pernyataan resmi Gedung Putih.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, turut menanggapi positif pernyataan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berdialog mengenai kerja sama pertahanan, termasuk sistem rudal Golden Dome.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen.

"Bank Indonesia juga menyatakan tidak ragu melakukan intervensi terhadap Rupiah," ujar pernyataan resmi BI.

Kebijakan ini turut mendorong penguatan nilai tukar Rupiah di pasar valas.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data uang beredar (M2 Money Supply) bulan Desember 2025 yang dijadwalkan keluar pada Jumat, 23 Januari 2026.

Bursa Asia mencatat penguatan sebagai berikut: Indeks Nikkei naik 914,29 poin atau 1,73 persen ke posisi 53.688,89, indeks Shanghai menguat 5,64 poin atau 0,14 persen ke level 4.122,58, indeks Hang Seng naik 44,90 poin atau 0,17 persen ke posisi 26.629,96, dan indeks Strait Times naik 18,43 poin atau 0,38 persen ke 4.828,31.

Penulis :
Shila Glorya